801 Karyawan Aice Group di Bekasi Jalani Rapid Test
Sebanyak 422 pekerja telah menjalankan rapid test pada Kamis (28/5/2020) dan 379 pekerja menjalani rapid test pada Jumat (29/5/2020)
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Dalam menghadapi kehidupan normal baru (New Normal), produsen es krim Aice Group melaksanakan pemeriksaan Covid-19 bagi 801 pekerjanya di Pabrik Aice Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan pemeriksaan berbentuk rapid test dilakukan sejak 28 Mei hingga 29 Mei 2020 kemarin.
Untuk menghindari potensi penularan, rapid test dibagi menjadi dua hari.
Sebanyak 422 pekerja telah menjalankan rapid test pada Kamis (28/5/2020) dan 379 pekerja menjalani rapid test pada Jumat (29/5/2020) kemarin.
"Kami sadar betul bahwa perusahaan bertanggungjawab untuk menghindarkan pekerja kami dari penularan Covid-19. Kami juga menjalankan regulasi new normal yang dikeluarkan oleh pemerintah dan rapid test yang berjalan selama 2 hari akan memperkuat belasan regulasi Permenkes. Kami ingin sebelum memulai bekerja pasca hari raya lalu, proses produksi telah terbebas dari virus ini. Rapid test menjadi acuan awal dalam protokol produksi dan perlindungan karyawan kami," jelas Sylvana Zhong, Brand Manager Aice Group melalui siaran persnya, Jumat (29/5/2020).
Diketahui sebelumnya, Senin (25/5/2020) lalu, pemerintah mengeluarkan aturan bagi kalangan industri dalam menerapkan new normal.
Kementerian Kesehatan menerbitkan protokol bagi perkantoran dan industri dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri.
Oleh karena itu, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menanggulangi Covid-19 dan mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Aice Group dengan mengadakan kegiatan rapid test bagi karyawannya.
"Saya mengapresiasi upaya perusahaan dalam menjalankan protokol new normal. Langkah yang dilakukan Aice Group ini harus dicontoh oleh industri lain yang ada di wilayah kami. Jika semua pihak bersama-sama melakukan langkah preventif sedini mungkin, kami yakin Bekasi akan terhindar dari penyebaran COVID-19," jelasnya.
Sementara, Praktisi Kedokteran sekaligus Penasehat Perusahaan, Dr. Erna menjelaskan bahwa aturan mengenai desinfeksi, pengawasan karyawan yang sakit dan berbagai proses prevensi dan kurasi pada pekerja menjadi proses yang menyatu dalam kegiatan produksi Aice Group.
Beberapa waktu lalu, Praktisi Dokter sekaligus Relawan Medis Gugus Tugas Covid-19 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengatakan semua perusahaan mesti melakukan upaya mandiri di kawasan produksinya tidak boleh menunggu inisiatif pemerintah.
Keterlambatan dalam pencegahan Covid-19 ke dalam proses bisnis menghasilkan rantai penularan Covid-19 yang mematikan.
Aice Group telah menjalankan langkah antisipasi sejak awal adanya pandemi Covid-19 di Indonesia.
Prosedur pencegahan telah diterapkan bagi karyawan dari memasuki area pabrik hingga masuk ke dalam kawasan pabrik secara berkelanjutan.
"Aice berusaha melindungi seluruh pekerja dan stakeholder di dalam bisnis kami. Kami juga memberikan masker bagi yang memerlukan dan mengeluarkan anjuran kesehatan kepada semua pihak yang terlibat. Bahkan dalam berbagai kesempatan, kami bahu membahu bersama lembaga masyarakat dalam melawan virus mematikan ini," pungkas Sylvana. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aice-group-mengadakan-kegiatan-pemeriksaan-rapid-test.jpg)