Bisnis

Panduan New Normal Bagi UMKM DIY Masih dalam Tahap Perumusan

Rancangan panduan kerja dan kesehatan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) DIY untuk sambut era new normal masih tahap perumusan.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rancangan panduan kerja dan kesehatan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) DIY untuk sambut era new normal masih tahap perumusan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Srie Nurkyatsiwi mengatakan, pedoman untuk menghadapi era new normal bagi para UMKM masih dirundingkan dengan pihak yang terkait.

"Saat ini, pedoman masih dirembukan dengan melibatkan para pelaku usaha UMKM hingga tokoh-tokoh ahli pada bidangnya. Direncanakan, pedoman era new normal akan diserahkan ke Pemerintahan Daerah (Pemda) pada (10/06/2020) mendatang," jelas Srie saat dihubungi TRIBUNJOGJA.COM, pada Jumat (29/05/2020).

Dinkes DIY Masih Lakukan Pengumpulan Data Terkait Angka Kehamilan di Tengah Pandemi

Nantinya, peraturan era new normal bagi UMKM tidak hanya mengatur terkait pemasaran. Namun kesehatan dan sistem kerja pun akan dibahas dan diuraikan di sana.

Adanya perubahan menuju new normal terutama bagi UMKM memang harus dilakukan secara perlahan hingga dapat menjadi suatu kebiasaan (habit).

Karena dengan adanya pemberlakuan aturan new normal akan membuat perubahan kebiasaan serta pergeseran budaya di masyarakat.

"Tentunya dengan adanya konsep new normal pasti akan ada pergeseran kebiasaan hingga budaya yang sudah dijalani sejak dulu. Apalagi bagi UMKM, dalam era ini (new normal) harus tingkatkan kepekaan dalam digitalisasi misalnya, dalam pembayaran harus sudah terbiasa menggunakan cashless," ujar Srie.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM pun akan memfasilitasi para pelaku usaha dengan bekerja sama dengan penyedia jasa keuangan seperti Bank Indonesia.

Sri Sultan HB X Tak Ingin Tergesa-gesa Terapkan New Normal di Wilayah DIY

Nantinya, penggunaan uang digital dalam bertransaksi akan terus digiatkan seperti penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai pengganti uang tunai.

Srie pun menjelaskan, untuk protokol kesehatan pastinya akan tetap pada anjuran dari WHO dan Kementerian Kesehatan Indonesia.

"Kami akan terus meninjau protokol kesehatannya. Tak hanya penggunaan masker dan alat pelindung diri (APD) lainnya. Jumlah karyawan dan luas tempat produksi pun nanti akan disesuaikan dengan standar kesehatan yang berlaku," terang Srie.

Lebih lanjut, Srie pun mengungkap, apabila nantinya new normal diterapkan diharapkan dapat mematuhi dan saling mendukung untuk perubahan tersebut.

"Saya yakin UMKM Yogyakarta bisa melewati masa sulit ini. Dengan bekerja sama dan meningkatkan inovasi dan kretivitas hanya persoalan waktu agar kondisi ini dapat diterima menjadi kebiasaan baru," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved