Sport

FIBA Rilis Pedoman Pelaksaaan Kompetisi Basket Pascapandemi Covid-19

Federasi bola basket internasional, FIBA baru saja menerbitkan pedoman pelaksanaan pertandingan basket menyusul pandemi Covid-19 yang disusun bersama

Media Official Bima Perkasa
Ilustrasi - Legiun asing Bima Perkasa, Mamadou Diakite saat melakoni debut lawan Indonesia Patriots (Timnas basket Indonesia) di pertandingan pertama seri III, Jumat (31/1/2020) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Federasi bola basket internasional, FIBA baru saja menerbitkan pedoman pelaksanaan pertandingan basket menyusul pandemi Covid-19 yang disusun bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir dari laman resminya, ada beberapa poin penting termasuk mengatur soal tempat pertandingan, serta mekanisme latihan tim.

Pedoman berjudul "Return to Basketball - Restart Guidelines for National Federations" tersebut mengatur federasi nasional yang akan memulai kembali kegiatan atau kompetisi basket.

Cerita Pebasket Bima Perkasa Jalani Puasa 16 Jam di Amerika Serikat

Sebagaimana diketahui, sebelumnya semua kompetisi dihentikan pada pertengahan bulan Maret 2020 karena wabah virus corona.

Pedoman tersebut berisi apa saja yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pertandingan termasuk semua risiko yang bakal ditemui, hingga bagaimana cara memulai kompetisi dengan selamat dan sukses.

FIBA menegaskan bahwa pedoman tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peraturan kesehatan di negara yang bersangkutan.

Pasalnya, untuk memulai kompetisi, tentu harus melalui persetujuan pemerintah setempat.

"Saya mengucapkan terima kasih pada Komisi Medis FIBA yang WHO atas kerjasama yang baik ini. Rangkaian pedoman ini akan sangat bermanfaat bagi federasi yang ingin memulai kompetisi. Kita semua tentu merindukan bola basket, tapi terkait dengan wabah Covid-19, maka FIBA tetap berkomitmen memberikan jaminan lingkungan yang aman dengan panduan ini," kata Andreas Zagklis, Sekretaris Jenderal FIBA.

Pebasket Bima Perkasa Sudah Gatal Ingin Kembali ke Lapangan

Salah satu poin pentingnya yaitu tentang mekanisme persiapan pemain dan tim sebelum kompetisi dimulai.

FIBA menyarankan bahwa persiapan tim dilakukan setidaknya 3-6 minggu sebelum kompetisi dimulai.

Selain itu, latihan disarankan dengan individu lebih dulu, baru kelompok kecil, setelah itu baru tim keseluruhan.

Kemudian, mandi dan ganti pakaian setelah latihan sebaiknya dilakukan di rumah.

Bukan di tempat latihan atau arena pertandingan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved