UPDATE Terkini Kasus Virus Corona di Dunia, AS Nomor 1, Brasil Kedua, Rusia Ketiga, Indonesia 33

UPDATE Terkini Kasus Virus Corona di Dunia, AS Nomor 1, Brasil Kedua, Rusia Ketiga, Indonesia 33

Editor: Hari Susmayanti
YONHAP NEWS AGENCY via REUTERS
Seorang ibu mencium anaknya, di mana mereka menggunakan masker untuk menghindari penularan virus corona di TK di Seoul, Korea Selatan, pada 27 Mei 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM – Kasus infeksi virus corona di seluruh dunia dari hari ke hari terus bertambah.

Hingga Kamis (28/5/2020) pagi berdasarkan data yang dirilis oleh Worldometer, sudah ada 5.780.736 orang di seluruh dunia yang terinfeksi virus Covid-19 ini.

Dari jumlah itu, sebanyak 356.814 pasien positif virus corona meninggal dunia.

Sementara pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 2.492.496 orang.

Amerika Serikat masih menempati posisi pertama kasus virus corona terbanyak di dunia.

Hingga Kamis (28/5/2020), 1.745.482 warga di Amerika yang positif virus corona.

Dari jumlah itu, sebanyak 102.090 pasien positif virus corona meninggal dunia dan 487.840 lainnya dinyatakan sembuh.

Posisi kedua masih ditempati oleh Brasil dimana ada 411.820 orang terinfeksi, 25.598 orang meninggal dunia, 166.650 orang sembuh.

Sedangkan Indonesia sendiri saat ini menempati urutan ke 33 dengan jumlah kasus positif virus corona sebanyak 23.851 orang dengan jumlah kematian sebanyak 1.473.

Berikut ini 10 negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbesar:

Amerika Serikat: 1.745.482 orang terinfeksi, 102.090 orang meninggal dunia, 487.840 orang sembuh.

Brazil: 411.820 orang terinfeksi, 25.598 orang meninggal dunia, 166.650 orang sembuh

Rusia: 370.680 orang terinfeksi, 3.968 orang meninggal dunia, 142.210 orang sembuh

Spanyol: 283.850 orang terinfeksi, 27.118 orang meninggal dunia, 196.960 orang sembuh

Inggris: 267.240 orang terinfeksi, 37.460 orang meninggal dunia

Italia: 231.140 orang terinfeksi, 33.072 orang meninggal dunia, 147.100 orang sembuh

Perancis: 182.910 orang terinfeksi, 28.596 orang meninggal dunia, 66.584 orang sembuh

Jerman: 181.900 orang terinfeksi, 8.533 orang meninggal dunia, 162.800 orang sembuh

Turki: 159.800 orang terinfeksi, 4.431 orang meninggal dunia, 122.790 orang sembuh

India: 158.090 orang terinfeksi, 4.534 orang meninggal dunia, 67.749 orang sembuh.

7 Warga Kulon Progo yang Reaktif saat Ikuti Rapid Test Massal Dinyatakan Negatif

Berikut ini update seputar virus corona di berbagai negara di dunia:

Indonesia

ILUSTRASI - Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua , Rabu (13/5/2020).
ILUSTRASI - Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua , Rabu (13/5/2020). (Dok Humas Pemkab Sleman)

Kasus Virus Corona penyebab COVID-19 di Indonesia masih terjadi.

Dari data update virus corona yang disampaikan pemerintah Rabu (27/5/2020) sore, jumlah Pasien Positif Covid-19 atau yang terinfeksi virus corona di Indonesia bertambah sebanyak 686 kasus.

Dengan demikian, total kasus COVID-19 hingga Rabu (27/5/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 23.851 kasus.

"Dari hasil pemeriksaan ini konfirmasi kasus positif sebanyak 686 orang sehingga menjadi 23.851 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Rabu sore.

Sementara itu, jumlah pasien yang sembuh bertambah 180 orang sehingga total pasien sembuh sampai saat ini menjadi 6.057 orang.

"Sembuh bertambah 180 orang sehingga total menjadi 6.057 orang," ucap Yuri.

Adapun dari total kasus positif, sebanyak 1.473 Pasien Positif Covid-19 meninggal dunia.

Angka ini didapat dari hasil penambahan selama 24 jam terakhir, yakni 55 pasien. "Kasus meninggal bertambah 55 orang sehingga menjadi 1.473 orang," tutur Yuri.

Jerman, Vietnam & Selandia Baru Telah Membuka Kembali Sekolah-sekolah. Berikut yang Dapat Dicontoh

Vaksin

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona ( Covid-19) Achmad Yurianto mengatakan, para ahli dari seluruh dunia masih berusaha untuk menemukan vaksin untuk pencegahan COVID-19.

Namun, kata dia, usaha tersebut belum membawa hasil.

"Para ahli masih berupaya keras untuk bisa mendapatkan vaksin agar kekebalan buatan yang bisa kita ciptakan mampu kita gunakan untuk berhadapan dengan COVID-19.," kata Yurianto dalam konferensi persnya, Selasa (26/5/2020).

"Namun, upaya ini masih belum ada hasilnya. Upaya ini masih belum menemukan vaksin yang disepakati seluruh dunia untuk digunakan," kata dia.

Kendati demikian, Yuri menegaskan, semua pihak terus berusaha untuk menemukan vaksin Covid-19.

Bahkan, menurut dia, peneliti Indonesia juga berusaha melakukan penemuan tersebut.

"Oleh karena itu, yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita berusaha untuk melindungi diri kita sendiri," ujar dia.

Yuri berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa melindungi diri sendiri dari penularan COVID-19.

Sebab, menurut dia, melindungi masyarakat dari COVID-19 bukan hanya menjadi tugas pemerintah.

"Cara inilah yang harus kita kerjakan sekarang," kata dia.

Sebelumnya, Yuri juga mengingatkan, karena belum ditemukan obat COVID-19., pengobatan penyakit ini akan menggunakan prosedur yang panjang.

"Maka, cara yang paling baik dalam kondisi saat ini adalah memutus penyebaran dan mencegah penularan COVID-19 itu sendiri," tutur Yuri.

Protokol Kesehatan COVID-19 yang Harus Dilakukan saat New Normal Diberlakukan

Amerika Serikat

Pengunjuk rasa memprotes perintah tinggal di rumah untuk menekan penyebaran penularan virus corona (Covid-19) di depan gedung pengadilan provinsi di Spokane, Washington, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2020). Wabah Covid-19 yang masih menghantui dunia dan berimbas pada banyak sektor kehidupan, memunculkan aksi unjuk rasa di sejumlah negara.
Pengunjuk rasa memprotes perintah tinggal di rumah untuk menekan penyebaran penularan virus corona (Covid-19) di depan gedung pengadilan provinsi di Spokane, Washington, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2020). Wabah Covid-19 yang masih menghantui dunia dan berimbas pada banyak sektor kehidupan, memunculkan aksi unjuk rasa di sejumlah negara. (ANTARA FOTO/REUTERS/YOUNG KWAK)

Jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat telah melebihi 100.000.

Angka kematian di AS adalah yang terbesar di dunia.

Meski demikian, melansir Al Jazeera, Presiden Donald Trump terus mendesak agar negara-negara bagian AS membuka kembali ekonomi mereka dan segera melakukan transisi.

Saat ini, 50 negara bagian di AS telah menerapkan pengurangan pembatasan dengan tingkat yang berbeda-beda.

Venezuela

Venezuela telah melakukan kesepakatan dengan Program Pembangunan PBB (UNDP) untuk menggunakan sebagian emasnya yang ada di rekening Bank of England untuk membiayai pembelian makanan dan obat-obatan selama pandemi virus corona.

Kesepakatan itu terjadi setelah Bank Sentral membuat kebijakan pada awal bulan ini yang memaksa bank tersebut menyerahkan sebagian dari 31 ton emas ke dalam rekening pemerintah Presiden Nicolas Maduro yang tidak diakui Inggris sebagai pemimpin sah Venezuela.

UNDP akan menerima dana secara langsung sebagai langkah untuk meredakan kekhawatiran tentang potensi korupsi dalam pengelolaan uang.

BREAKING NEWS: Setelah 2 Hari Nol Kasus Baru Virus Corona di DIY, Hari Ini 27 Mei Tambah 2 Positif

Perancis

Seorang wanita mengibarkan bendera nasional Prancis bersama dengan yang lainnya di seluruh negara Prancis, untuk menunjukkan dukungan mereka kepada karyawan layanan kesehatan di Saint-Mande, pinggiran kota Paris, pada 4 Mei 2020.
Seorang wanita mengibarkan bendera nasional Prancis bersama dengan yang lainnya di seluruh negara Prancis, untuk menunjukkan dukungan mereka kepada karyawan layanan kesehatan di Saint-Mande, pinggiran kota Paris, pada 4 Mei 2020. (Martin BUREAU / AFP)

Kasus Covid-19 di Perancis telah menunjukkan tren penurunan dalam waktu tujuh hari terakhir.

Hal itu terlihat dari laporan harian Perancis yang kini melaporkan kurang dari 100 kasus kematian.

Hal ini dianggap memberikan harapan pandemi telah berakhir.

Kasus kematian terbaru yang dilaporkan Perancis adalah sebanyak 66 orang.

Kini, jumlah kematian di negara itu sebanyak 28.596.

Negara ini juga telah mengeluarkan larangan perawatan Covid-19 menggunakan hydroxychloroquine.

Langkah itu diambil setelah Badan Penasehat Perancis dan WHO pekan ini memperingatkan bahwa obat tersebut telah terbukti berpotensi berbahaya dalam beberapa penelitian.

Obat tersebut kini hanya dapat dipakai untuk penelitian.

WHO

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI (SALVATORE DI NOLFI)

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengumumkan pembentukan yayasan yang memungkinkan sumber pendanaan baru termasuk masyarakat umum.

Yayasan ini dibentuk sebagai entitas pemberi hibah independen yang nantinya akan mendukung upaya WHO dalam mengatasi tantangan kesehatan global yang paling mendesak dengan mengumpulkan dana baru dari sumber yang berbeda dari biasanya.

“Badan baru akan memfasilitasi kontribusi dari masyarakat umum, donor utama individu dan mitra perusahaan untuk WHO dan mitra tepercaya untuk melaksanakan program berdampak tinggi,” kata Tedros.

Seperti diketahui, baru-baru ini AS menghentikan pendanaan bagi WHO untuk awal tahun, dan bulan ini Presiden Trump mengancam akan menghentikan pendanaan sama sekali.

Meski demikian, Tedros menegaskan yayasan baru yang dibentuk tak berkaitan dengan masalah itu.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Virus Corona Dunia 28 Mei: 5,7 Juta Orang Terinfeksi | 350.000 Orang Meninggal Dunia

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved