Breaking News:

Wabah Corona

Bandara dan Stasiun KA Perketat Syarat Kelengkapan Penumpang Tujuan Jakarta

Bagi penumpang dengan tujuan selain Jakarta, pihaknya juga dipersyaratkan mesti negatif COVID-19 dengan rapid test untuk bepergian ke daerah lain.

TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Ilustrasi: Suasana bandara yang masih sepi pengunjung, Senin (11/5/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua Bandar Udara (Bandara) utama di Yogyakarta memperketat pengawasan terhadap calon penumpang yang hendak bepergian dengan tujuan Jakarta.

Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta mewajibkan seluruh calon penumpang tujuan tersebut untuk memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) serta melampirkan surat bebas COVID-19 dengan tes swab PCR dari kota keberangkatan menyusul diberlakukannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 tahun 2020.

General Manager Bandara Adisutjipto sekaligus Pelaksana Tugas Sementara (PTS) GM Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, seluruh calon penumpang harus menunjukkan hasil negatif COVID-19 beserta dokumen pendukung lain sesuai tujuan perjalanan udara. Khusus tujuan Jakarta, calon penumpang wajib memiliki SIKM dan hasil negatif COVID-19 dengan tes swab PCR dari kota keberangkatan.

"Calon penumpang yang tidak membawa kelengkapan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta," ujarnya kepada wartawan Rabu (26/5/2020).

Empat Hari Sempat Turun, Jumlah Kasus Virus Corona di Jakarta Hari Ini Naik Lagi

Bagi penumpang dengan tujuan selain Jakarta, pihaknya juga dipersyaratkan mesti negatif COVID-19 dengan rapid test untuk bepergian ke daerah lain.

Selain itu, juga dilakukan pengecekan dokumen kesehatan dan dokumen pendukung lainnya.

Corporate Communication Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro menyatakan, maskapai turut mendukung pemerintah terkait dengan usaha pencegahan penyebaran COVID-19. Hal itu dilakukan melalui peran serta aktif melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di setiap lingkungan dan aktivitas perusahaan serta mensosialisasikan di lingkungan sekitar perusahaan.

"Itu semua kita lakukan secara ketat," ujarnya.

Berdasarkan evaluasi atas pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang dan harus kembali dengan segala kerugian dari biaya yang sudah dikeluarkan. Hal tersebut akibat minimnya informasi yang diperoleh penumpang tentang ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat melaksanakan perjalanan dengan pesawat udara.

Dia menyebut bahwa, para calon penumpang masih membutuhkan sosialisasi yang lebih intensif agar lebih mengetahui dan memahami secara jelas terkait dengan ketentuan-ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk rencana bepergian menggunakan pesawat udara.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved