Wabah Virus Corona
Pemda DIY Susun SOP New Normal: Aktivitas Kembali Berjalan Tetapi Tetap Aman dari Virus Corona
Pemda DIY menyiapkan SOP new normal. Diharapkan aktivitas masyarakat kembali normal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah wabah Corona
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) tengah menyiapkan diri menyongsong era baru kehidupan bertajuk New Normal. Istilah tersebut sudah banyak tersiar akhir-akhir ini yang berarti tatanan kehidupan baru di masa pandemi COVID-19 ini.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan masyarakat sudah harus melakukan aktivitas harian mereka dan tidak bisa dipaksa berada di dalam rumah mereka dalam waktu yang sangat lama.
Namun sebelum kembali ke kehidupan New Normal, Pemda DIY perlu menyiapkan kebijakan yang menjamin bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
"Kita perlu menyusun SOP protokol yang mau kita laksanakan bagaimana aktivitas berjalan tapi kita waspada terhadap penularan Covid-19. Masyarakat masih kita berikan bansos sampai Juni terakhir. Lalu Juli dan seterusnya seperti apa kalau ekonomi tidak kita gerakan. Sekali lagi ini dalam upaya aktivitas normal tetep berjalan tapi tetap aman," ungkapnya, Selasa (26/5/2020).
• Pemerintah Terapkan Aturan Ketat Protokol Kesehatan di Bandara bagi yang Ingin Masuk Indonesia
Disinggung mengenai kekhawatiran akan adanya lonjakan kasus positif Virus Corona pada saat penerapan New Normal, Aji mengatakan
kalau semua orang mematuhi protokol kesehatan, situasi yang ada saat ini justru tidak akan ada.
"Nggak terjadi seperti sekarang malahan. Kerumunan sekarang banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Justru itu nanti turun. Nanti kita New Normal aturan menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan, nggak boleh dilanggar. Sekarang kita masih toleran," bebernya.
Terkait waktu pelaksanaan New Normal di DIY, Aji mengatakan perlu ada kajian untuk mempersiapkan pelaksanaan tersebut.
"Bisa Juni bisa juga mundur," ucapnya.
Nasib korban PHK
Terkait kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menutup arus balik, Aji mengatakan bahwa mereka, warga DIY yang tidak kembali ke Jakarta karena PHK, akan mendapatkan pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan.
• Baru 47 Hotel yang Siap Sambut New Normal di DI Yogyakarta
"Akan jadi SDM terlatih sangat mungkin membawa manfaat bagi daerah, mengisi lowongan pekerjaan yang berhubungan dengan dhnia kreatif. Tidak ada persoalan, konsekuensi daerah terhadap warganya," bebernya.
Ia pun mengatakan, bansos tidak akan selamanya diberikan kepada mereka. Pasalnya dengan alokasi Rp 400-600 ribu per bulan, mereka tetap harus berusaha mencukupi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan lain.
"Orang terima bansos nggak bahagia. Tetal usaha cari kerja. Beberapa nggak mau terima (bansos), saya sudah bekerja. Kalau pada saatnya Jakarta butuh orang, pabrik-pabrik (di Jakarta) jalan butuh orang daerah. Memang orang Jakarta cukup untuk bekerja di sana?" pungkasnya.
(*/kur/ Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemda-diy-susun-sop-new-normal-aktivitas-kembali-berjalan-tetapi-tetap-aman-dari-virus-corona.jpg)