Yogyakarta

Masih Ada Pemudik Bandel Tetap Masuk Wilayah DIY

Memasuki perayaan Idulfitri 2020 sejumlah personel gabungan tetap melakukan antisipasi terhadap kedatangan pemudik dari daerah lain ke wilayah DIY gun

Dok. Brimob Polda DIY
Petugas pengamanan berjaga di posko penyekatan perbatasan mudik pada Senin (25/5/2020) dini hari. Memasuki lebaran hari kedua, petugas masih mendapati sejumlah pemudik yang nekat melintas ke wilayah DIY tanpa surat kelengkapan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki perayaan Idulfitri 2020 sejumlah personel gabungan tetap melakukan antisipasi terhadap kedatangan pemudik dari daerah lain ke wilayah DIY guna memutus mata rantai Pandemi Covid-19.

Pada hari kedua Idulfitri, personel Brigade Mobile (Brimob) Polda DIY yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan di posko penyekatan larangan mudik masih mendapati sejumlah pengendara yang masuk ke wilayah DIY.

Petugas tetap bertumpu pada protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah saat berpergian dan hendak memasuki wilayah tertentu yakni membawa surat kelengkapan yang ditentukan.

Pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat kelengkapan itu akan diminta untuk memutar balik kendaraan. Petugas masih menemui beberapa pengendara yang nekat mudik dan tidak membawa surat kelengkapan.

Menengok Cerita Idulfitri di Seluruh Dunia di Tengah Pandemi, Tak Bisa Ketemu Sanak Saudara

Seperti yang ditemui pada posko penyekatan perbatasan DIY-Jawa Tengah di Kecamatan Prambanan dan Temon pada Senin (25/5/2020) dini hari. Di check point Temon, pengendara dengan tegas diminta putar balik jika tidak dapat menunjukkan berkas yang disyaratkan.

Komandan Regu (Danru) Brimob, Satbrimob Polda DIY Bripka Wahyu Dwi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler menuturkan, pihaknya masih mendapati kendaraan yang hendak masuk ke wilayah DIY namun tidak mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan.

"Terpaksa diminta putar balik lantaran tidak dapat menunjukkan berkas seperti surat sehat atau surat bebas Covid-19 serta kelebihan kapasitas muatan kendaraan," jelas Wahyu.

“Kita mencoba mencegah penyebaran Covid-19 di Yogyakarta. Sesuai aturan gugus tugas Covid-19 nasional, serta arahan Dansat Brimob Polda DIY, Kombes Pol.Imam Suhadi S.I.K bahwa pemudik itu pada prinsipnya tidak diperkenankan. Bilamana tetap diperkenankan, maka harus ada surat keterangan dari instansi jika bertugas, serta dibekali surat sehat dari tempat dia berasal," sambung dia.

Cerita Sedih Satu Keluarga Mudik ke Rumah Nenek, Malah Telantar dan Tidur di Emperan Toko Dua Malam

Pihaknya akan memeriksa kelengkapan surat semisal surat dinas, harus dibekali surat dari RT/RW dari asalnya supaya ketika tiba di DIY petuga bisa berkoordinasi dengan gugus tugas kecamatan untuk isolasi mandiri.

Saat kondisi Lebaran seperti sekarang, menurutnya laku lintas kendaraan mulai meningkat meski belum terlalu signifikan.

Ia mengimbau bagi pemudik yang ingin memasuki DIY untuk patuh pada aturan, seperti mengenakan masker dan membawa surat keterangan sehat.

Bripka wahyu Dwi juga menambahkan dalam shift malam yakni dini hari tadi pihaknya telah memulangkan 2 kendaraan yang tidak memenuhi peraturan dalam standar protokol kesehatan dan petugas mengapresiasi warga yang mematuhi peraturan pemerintah dalam pelaksanaan protokol kesehatan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved