Bisnis

Tips Memilih dan Menjalankan Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Bisnis bisa dibuat mengikuti dengan passion yang dimiliki atau mengikuti permintaan pasar.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
dqindia.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bisnis merupakan satu hal yang bisa menjadi pilihan untuk menambah pemasukan.

Namun dalam menjalankannya diperlukan skill khusus untuk memulai bisnis tersebut.

Selain itu, diperlukan juga waktu untuk mengelolanya.

Jangan sampai bisnis yang dijalankan untuk menambah penghasilan malah mengganggu penghasilan utama.

Cara Mengatur Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19 Saat Ramadan

Memulai suatu bisnis juga membutuhkan modal usaha dan kesempatan.

Di sisi lain, aktivitas jual beli pada saat ini mengalami penurunan karena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Bisnis juga bisa dibuat mengikuti dengan passion yang dimiliki atau mengikuti permintaan pasar.

Namun, di sisi lain juga terdapat permasalahan terhadap tingkat kecocokan dimana daerah satu dengan daerah yang lain mengalami perbedaan dan juga orang-orangnya pun berbeda.

Bareyn Mochaddin seorang Independent Financial Advisor yang tergabung di Firma Aidil Akbar Madjid (AAM) Associate mengatakan, secara umum jika bisnis yang diinginkan untuk menambah pemasukan, maka bisnis yang cocok adalah bisnis yang minim modal sehingga tidak perlu menyita banyak waktu dan juga tidak perlu membutuhkan stok barang.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 22 Mei 2020, 13 Pasien Berhasil Sembuh

"Hal ini terdengar mustahil tetapi seiring dengan berkembangnya teknologi, ada beberapa sistem bisnis yang bisa dilakukan seperti droshipper dan juga reseller yang dapat dilakukan oleh siapa saja," ujarnya saat dihubungi TRIBUNJOGJA.COM Selasa (12/5/2020).

Bareyn menambahkan, jika menginginkan bisnis yang sesuai dengan passion misalnya memasak dapat dilakukan dengan sistem pre order sehingga mengurangi risiko jika tidak laku dan basi.

Selain itu, beberapa e-commerce juga memberikan kesempatan kepada para user untuk menjadi droshipper dari akun - akun penjual yang ada.

Artinya tidak perlu memiliki modal barang, sistemnya hanya perlu membuat toko dan memposting ulang barang yang akan dijual di toko lain.

Mengatur Keuangan Ramadan di Tengah Wabah Corona

"Sistem ini misalnya kita membuat toko B yang akan menjembatani toko A yang menjual barang dengan calon konsumen. Bila ada orderan masuk ke toko B kita lakukan order lagi ke toko A dengan membayar barang tersebut. Lalu toko A yang akan mengirimkan barang atas nama kita yaitu toko B," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved