Superball

Memori Manis Bona Simanjuntak di PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Dua klub asal DIY, PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta meninggalkan kesan manis bagi seorang Bona Elisa Simanjuntak.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Bolasport
Eks pemain PSS dan eks pelatih PSIM Yogyakarta, Bona Elisa Simanjuntak 

"Saya merasa menjadi orang yang beruntung, bisa pernah berada dalam dua tim yang kita tahu punya rivalitas tinggi ya, walaupun ketika saya habis dari Sleman lalu ke PSIM Yogyakarta, semua baik-baik saja. Ya saya bangga bisa menjadi bagian dua tim ini," ujar Bona Simanjuntak kepada Tribunjogja.com, Minggu (17/5/2020).

Bona tak pernah melupakan jasa PSS Sleman yang membesarkan namanya sebagai pemain.

Demikian pula PSIM Yogyakarta yang menorehkan pengalaman berharga bagi perjalanan kariernya sebagai pelatih.

"Sewaktu masih aktif main bola, ketika libur kompetisi saya baliknya bukan ke Medan, tapi ke Jogja walau sudah tidak berseragam PSS Sleman," kata pria asli Medan yang kini berdomisili di Sleman ini.

"Misal saat saya main di Persela Lamongan, Persikabo Bogor, Persijap Jepara atau Persires Rengat, ya ketika libur saya balik ke Jogja. Kata orang Jogja ngangenin, saya pun demikian merasakan damai, dan tenang. Suasananya saya suka," imbuhnya.

PSSI Mengacu Pemerintah Soal Kelanjutan Kompetisi, Ini Respon PSIM Yogyakarta

Namun siapa sangka, sebelum menyemai memori indah sebagai pelatih PSIM Yogyakarta 2018 silam, Bona memiliki pengalaman kurang mengenakkan dengan tim yang berhomebase di Mandala Krida, 2006 silam.

Bona yang ketika itu memperkuat PSMS Medan diserang oknum suporter ketika akan meninggalkan stadion seusai melakukan official training.

"Itu sudah lama dan saya pun sudah lupa sebenarnya. Bermula dari ejekan suporter dengan teman saya ketika itu, namun ketika keluar stadion saya pun ikut kena pukul. Padahal ributnya dengan teman saya," cerita Bona.

"Kemudian tahun 2018 saya mendapatkan tawaran melatih PSIM, ya saya profesional saja. Tidak ada pemikiran sehoror itu,"

"Tapi bagaimanapun di PSIM Yogyakarta sangat berkesan bagi saya meski hanya satu musim, kekeluargaannya sangat tinggi, tim sangat kompak di luar dan dalam lapangan, begitu juga suporter yang selalu welcome dengan saya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved