Laut China Selatan Tegang, Tiongkok Tingkatkan Peralatan Militer Hadapi AS, Jepang Ikut Ketar-ketir

Anggaran pertahanan China tahun ini naik 6,6% dari tahun lalu, di tengah ketegangan yang meningkat dengan Amerika Serikat (AS) khususnya di Laut China

Editor: Joko Widiyarso
ist
Sejumlah pakar militer dan mantan jenderal AS menyebut kekuatan militer China saat ini melampaui kemampuan AS dan negara-negara lain. Produk-produk militer mereka sudah jauh meninggalkan persenjataan yang kini dimiliki Pentagon. Pengakuan itu juga muncul di laporan tahunan US Defense Intelligence Agency, pekan lalu. 

Meskipun ukuran sebenarnya dari anggaran pertahanan Tiongkok adalah masalah perselisihan, sumber dari militer China mengatakan, PLA ingin menyamai atau melampaui tingkat pertumbuhan 7,5% tahun lalu karena ketegangan meningkat di beberapa bidang, termasuk gesekan dengan Taiwan.

Jepang waswas
Dilansir dari Reuters, juru bicara pemerintah Jepang mendesak China untuk terbuka tentang dana yang dihabiskannya untuk militer dan tujuan keamanannya dengan kenaikan anggaran ini.

"China terus mengumumkan peningkatan pengeluaran pertahanan yang besar dan kami mendesaknya untuk transparan tentang pengeluaran itu, kekuatan militernya dan kebijakan pertahanan nasional," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.

Di sisi lain, militer China belakangan ini kerap ini makin aktif di kawasan Pasifik. Terutama di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Aksi tersebut kerap berbuntut konflik dengan sejumlah negara tetangga. Mulai dari Vietnam, Filipina, Malaysia hingga Jepang.

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved