Jawa

Kehilangan Pendapatan Diperkirakan Rp 150 Miliar Saat Penutupan Kawasan Wisata Candi

Potensi kehilangan pendapatan tersebut terjadi selama tiga bulan sejak pandemi. Penutupan kawasan candi dilaksanakan pada periode itu.

istimewa
Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Perkiraan sekitar Rp 150 Miliar, potensi pendapat yang hilang sejak penutupan sementara kawasan wisata candi, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), akibat pandemi.

Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono, mengatakan, potensi kehilangan pendapatan tersebut terjadi selama tiga bulan sejak pandemi.

Penutupan kawasan candi dilaksanakan pada periode itu.

PT TWC Serahkan Sembako untuk Enam Desa di Klaten

"Estimasi dengan target kami selama satu tahun, mungkin sekitar Rp150 miliar, kita kehilangan pendapatan,” kata Edy.

Penutupan sementara kawasan wisata candi ini dilaksanakan beberapa kali.

Empat kali perpanjangan penutupan.

Penutupan mulai tanggal 20 Maret 2020 lalu.

Perpanjangan penutupan dari 14 Mei hingga 29 Mei 2020.

Kawasan Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Bakal Terapkan The New Normal Pariwisata

Selama kawasan candi ditutup, pemeliharaan dan perawatan kawasan wisata candi tetap dilakukan.

Perawatan taman terus dilakukan agar tetap bagus dan nyaman bagi pengunjung.

Meski diperkirakan terjadi kehilangan pendapatan, pihak TWC tetap optimistis.

Rencana, kawasan wisata candi akan dibuka kembali pada tanggal 8 Juni 2020 mendatang.

“Saya kira (dampak pandemi) terjadi di semua orang, tidak hanya di TWC. Yang penting adalah bagaimana kita ini sekarang prepare. Kami nggak boleh kemudian sedih berkepanjangan,” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved