Breaking News:

Bisa Picu Perang Dunia III, Pesawat Pembom B-1B Amerika Serikat Terbang di Atas Laut China Selatan

Ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin meningkat dan dikhawatirkan bisa berujung pada konflik terbuka antara angkatan perang kedua n

Editor: Joko Widiyarso
US Air Force/Master Sgt. Andy Dunaway
Pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat B-1B Lancer 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin meningkat dan dikhawatirkan bisa berujung pada konflik terbuka antara angkatan perang kedua negara.

Apalagi ketika pesawat pembom B-1B Lancer milik Angkatan Udara AS terbang di atas dekat perairan China di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS belakangan ini meningkatkan operasi mereka di Laut China Selatan, Luat China Timur, Selat Taiwan dan Laut Kuning, saat Tiongkok tengah berupaya meningkatkan kehadiran militernya di perairan tersebut.

Pengamat militer China memperingatkan hal ini berisiko terjadinya konflik terbuka militer kedua negara.

Terkait Video Pasien Covid-19 yang Kabur, Pemda DIY : Maaf Kalau Bikin Heboh

Mengutip South China Morning Post, Kamis (21/5), Pasukan Udara Pasifik AS mengatakan di Twitter pada hari Selasa bahwa pesawat pembom B-1 melakukan misi di Laut China Selatan, hanya beberapa hari setelah latihan Angkatan Laut AS di dekat Hawaii.

Hal ini menunjukkan kredibilitas pasukan udara AS untuk mengatasi keamanan yang berbeda-beda dan tidak pasti.

Pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat B-1B Lancer and F-16 Fighting Falcons
Pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat B-1B Lancer and F-16 Fighting Falcons ((U.S. Air Force/Tech. Sgt. Timothy Moore))

Seperti diketahui, Beijing dan Washington telah terlibat dalam perang kata-kata terkait penanganan virus corona dan asal muasal virus corona yang telah menewaskan lebih dari 324.000 orang dan menginfeksi hampir 5 juta orang di seluruh dunia.

Aksi saling menyalahkan antara kedua pihak telah menyebabkan keretakan hubungan kedua negara yang sudah tegang, dan memengaruhi berbagai kegiatan, termasuk jurnalisme, perdagangan, teknologi dan militer.

Angkatan Udara AS mengerahkan empat pesawat pembom B-1B dan sekitar 200 penerbangan dari Texas ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam pada 1 Mei 2020, mengatakan, misinya adalah mendukung pasukan udara pasifik dan melakukan pelatihan dan operasi dengan sekutu dan mitra AS di kawasan.

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada Pasien COVID-19 Kabur

Li Jie, seorang spesialis militer yang berbasis di Beijing mengatakan, penyebaran militer AS menunjukkan bahwa AS berusaha menjaga pencegahan strategis (strategic deterrence) dengan Angkatan Udara AS melakukan 11 kali penerbangan pada bulan Maret dan 13 pada April di atas Selat Taiwan dan Laut China Selatan.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved