Hari Pertama Rapid Test Massal Tahap Kedua bagi Pengunjung Indogrosir di Sleman, Berikut Hasilnya

Ratusan warga Sleman yang menjalani rapid test tersebut adalah pengunjung Indogrosir pada rentang periode 19 April hingga 4 Mei 2020.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Dokumentasi Humas Pemkab Sleman
Pemkab Sleman gelar RDT massal tahap kedua hari pertama. selasa (19/5/2020) di GOR Pangukan. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 348 warga Sleman yang merupakan pengunjung Indogrosir mengikuti rapid test massal tahap kedua, di GOR Pangukan Sleman, Selasa (19/5/2020) kemarin.

Ratusan warga Sleman yang menjalani rapid test tersebut adalah pengunjung Indogrosir pada rentang periode 19 April hingga 4 Mei 2020.

Hasilnya, dari jumlah yang mengikuti rapid test tersebut, ada 18 orang yang dinyatakan reaktif.

Selanjutnya, para peserta yang reaktif tersebut akan difasilitasi petugas Puskesmas sesuai wilayah domisili, untuk diantar ke pusat karantina kesehatan di Asrama Haji Yogyakarta.

Kronologi 88 Warga Jalani Rapid Test Virus Corona Setelah Gelar Pesta Adat Sambut 4 Pasien COVID-19

UPDATE Sebaran Virus Corona di Indonesia hingga Rabu 20 Mei Pagi, Rincian Lengkap dari 34 Provinsi

Rapid Diagnostic Test (RDT) massal tahap kedua bagi masyarakat yang berbelanja di Supermarket Indogrosir ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Rapid test kali ini diadakan khusus untuk masyarakat yang telah mengikuti rangkaian RDT tahap pertama, namun memiliki hasil non-reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, saat ditemui di lokasi RDT menjelaskan bahwa tahap kedua ini juga akan dilakukan selama tiga hari.

ILUSTRASI - Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua , Rabu (13/5/2020).
ILUSTRASI - Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua , Rabu (13/5/2020). (Dok Humas Pemkab Sleman)

Pelaksanaan hari pertama yakni pada Selasa (19/5/2020), lalu berlanjut pada Rabu (20/5/2020),dan kemudian pada minggu depan di hari Rabu (27/5/2020).

"Hari ketiga diundur pada tanggal 27 Mei, setelah Lebaran dan akan digabung dengan rapid test ASN tahap dua," ujarnya.

Joko menyatakan, bahwa total pengunjung warga Sleman yang melakukan rapid test tahap pertama berjumlah 1.227 peserta.

Dan yang dinyatakan reaktif pada RDT tahap pertama ada 52 orang.

Sebelumnya, dari hasil SWAB ke karyawan Indogrosir, sejauh ini ada 35 orang yang dinyatakan positif, termasuk pasien kasus 79.

Jumlah tersebut dari karyawan yang tersebar di Sleman maupun kab/kota lainnya di wilayah DIY.

Pemkot Yogya Siapkan Protokol Pasca Pandemi COVID-19

Hotel di DIY Kembali Buka pada Juni Mendatang

Bagi mereka yang dinyatakan positif, maka dipindah ke RS sesuai domisili untuk penanganan lebih lanjut.

Joko menjelaskan, bahwa RS Sleman berkapasitas 117 bed dan masih bisa menampung pasien positif dari klaster Indogrosir.

Adapun klaster Indogrosir ini muncul setelah diketahui pasien kasus 79 merupakan karyawan supermarket tersebut.

Maka dari itu, pemerintah mulai melakukan rapid test massal kepada seluruh karyawan dan pengunjung supermarket.

Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua
Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua (Dok Humas Pemkab Sleman)

Saat disinggung bagaimana pasien kasus 79 dapat tertular Covid-19, Joko masih belum mengetahui perihal tersebut.

"Sebetulnya karyawan positif nomor 79 belum diketahui tertular dari mana. Pihak manajemen punya keyakinan tertular dari pengunjung. Dengan adanya 34 karyawan lain yang positif, maka bisa jadi penularannya antar karyawan," ujarnya.

"Kontak antar karyawan erat sekali, misalnya ketika makan bersama dan tidak memakai masker, kemungkinan terjadi penularannya," imbuhnya.

(tribunjogja.com/nto)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved