Dakwah Transformatif LDNU DIY di Masa Pandemi Covid-19

Hal ini telah berimbas tidak hanya dalam bidang ekonomi dan moneter, tetapi juga aspek keagamaan, termasuk model dan gaya dakwah.

Editor: ribut raharjo
zoom-inlihat foto Dakwah Transformatif LDNU DIY di Masa Pandemi Covid-19
Istimewa
LDNU DIY

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pendemi covid-19 telah membatasi gerak serta berkumpulnya massa untuk meminimalisir penularan.

Hal ini telah berimbas tidak hanya dalam bidang ekonomi dan moneter, tetapi juga aspek keagamaan, termasuk model dan gaya dakwah.

Dakwah yang biasanya melibatkan jamaah yang banyak lewat pengajian akbar, haul, sholawatan dan lainnya harus diubah untuk menjaga kemaslahatan kesehatan jamaah melalui tetap menjaga jarak fisik (phisycal distancing) dan larangan mengadakan perkumpulan massa (social distancing).

Problem ini telah mendorong LDNU DIY membuat terobosan dakwah baru.

Menurut M Ikhsanudin atau akrab disapa Kang Ihsan, Ketua LDNU DIY, ditengah situasi pandemik ini, dakwah sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Para ulama dan dai punya tanggung jawab untuktetap berperan aktif memberikan solusi atas pelbagai problem agama, mendeseminasikan pengetahuan ilmu-ilmu Islam,serta membangun sifat optimis dan positifumat dalam menghadapi pandemi yang belum reda hingga saat ini.

Kang Ikhsan juga mengatakan bahwa dakwah harus tetap berjalan tanpa terhalang lewat pertemuan langsung, yang saat ini harus dihindari demi kemaslahatan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, LDNU merubah dakwah langsung ke masyarakat menjadi dakwah bil kitabah (tulisan), ngaji digital, dan konsultasi agama secara daringonline.
“Tujuan utamanya adalah LDNU menfasilitasi para ulama dan dai untuk tetap bisa aktif bersama jamaah dalam menghadapi pandemi covid-19 serta menumbuhkan sikap positif, optimis dan sabar dalam menghadapi hidup ini. Masyarakat membutuhkan ngaji Islam yang menyejukkan hati, menenangkan jamaah ditengah kecemasan, serta solutif atas problem aktual masyarakat,” demikian terang Kang Ihsan.
Dalam kaitannya dengan dakwah lewat tulisan, Kang Ihsan menjelaskan, “Dalam konteks dakwah bil kitabah (tulisan) ini, LDNU DIY bekerja sama dengan Tribun Jogja. Selama sebulan, LDNU DIY menjalin kerja sama dengan Tribun Jogja menerbitkan rubrik “Mutiara Ramadan” yang berisi tulisan pada ulama, dai dan cendekiawan NU Jogja tentang kajian Islam yang aktual dengan pendekatan multisiplin.

Di antara penulisnya adalah Dr. Phil. Sahiron, MA. (Plt. Rektor UIN Sunan Kalijaga), Prof. Dr. Purwo Santoro, MA. (Rektor Universitas NU), Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA, (Anggota DPD RI), Prof. Dr. Ema Marhumah, MA. (UIN Sunan Kalijaga); Dr. Siti Rohmah Nurhayati, S.Psi., Msi (Dosen UNY), Dr. Hj. Siti Maryam, M.Ag. (Dosen Fak. Adab UIN Sunan kalijaga), Dr. Phil. Ahmad Rofiq, MA.(Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga), Dr. H. Munjahid, M.Ag. (Basnas DIY), Dr. Jazilus Shakho’, M.A. (Pesantren Sunan Pandanaran) dan lainnya. Atas nama ketua LDNU, kami mengucapkan terima kasih kepada Tribun Jogja yang telah memberikan ruang rubrik “Mutiara Ramadan” kepada LDNU DIY, sehingga ulama dan dai NU DIY masih bisa tetap mendeseminasikan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin kepada masyarakat muslim Jogja khususnya melalui SKH Tribun.”

Selain itu, LDNU DIY juga mengadakan ngaji digital yang disiarkan langsung melalui kanal bangkit TV, aplikasi umma indonesia dan media sosial lainnya.

Menurut Kang Ikhsan, program ini sebagai wujud khidmah LDNU DIY kepada Ulama dan umat. Kita menfasilitasi para ulama supaya bisa tetap menyapa jamaah ditengah pandemi covid-19 ini lewat ngaji online dalam program “meraih berkah Ramadan, Ngaji online bareng ulama dan dai Jogja.”

Setiap hari, Jam 16.00 sd 17.30 dan Jam 20.00 sd 21.00, dilaksanakan ngaji kitab dengan para ulama’ dan dai untuk mendalami ajaran Islam(tafaquh fiddin).

Diantara kitab yang dikaji dan nara sumbernya adalah Qul hadzihi Sabili oleh KH. Abdullah Hasan, Mabadhi’ Khoiri Ummah oleh Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA, Risalah Al-Mu’awanah oleh Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah, ZA., Tafsir Marah Labib oleh Prof. Dr. KH. Abdul Mustaqim, MAg., Risalah Ahli Sunnah Wal Jamaah oleh Dr. KH. A. Zuhdi Mukhdhor, M.Hum, Al-Minahus Saniyah oleh Dr. H. Waryono, MA., Maqol Fil Insan oleh Kyai Jadul Maula, Al-Hikam Al-‘Athoiyyah oleh Ust. Tajul Muluk, MAg. dan lainnya.

Disamping itu, juga dilakukan kajian interaktif online dengan nara sumber KH. Mas’ud Masduki (Rois Syuriah PWNU), KH. Asyhari Abta, M.Pd. (Musytasyar PWNU) dan KH. Abd Fajar Basyir, MSI. (Ketua LBM PWNU). Dakwah Online LDNU juga lewat radio bekerja sama dengan RRI pro-1 dan pro-2 yang dilaksanakan setiap hari rabu jam 05.00 sd 06.00 dan hari sabtujam 17.00 hingga menjelang buka puasa Ramadan.

Terkait dengan konsultasi online, kata Kang Ikhsan mengatakan, Selama pendemi Covid-19, LDNU membuat tiga programuntuk melayani masyarakat. Pertama, Program konsultasi agama online yang diasuh oleh Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah, ZA., MSI. (Pengasuh PP. Al-Munawwir), Dr. Hj. Siti Maryam, MAg. (Dosen Fak. Adab UIN), KH. Fajar Abd Basyir, MSI. (Ketua LBM), Dr. H. Anis Masduki, MA. (Pengasuh Pesantren Al-Muhsin), H.M. Ikhsanudin, MSI. (ketua LDNU), Hj. Maya Fitria, S.Psi. MA. (Dosen UIN) dan lainnya. Masyarakat bisa bertanya dan berkonsultasi secara online tentang permasalah agama, baik terkait ibadah murni maupun masalah sosial kemasyarakat yang perlu dijawab dalam perspektif ajaran Islam.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved