China Sindir Washington Ingin Lepas Tangan Petaka Covid-19 di Amerika Serikat

Pejabat Para pinggi Gedung Putih meyakini teori pandemi coronavirus dimulai dari bocornya laboratorium virologi di Wuhan

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Iwan Al Khasni
dok.istimewa
China vs Amerika Serikat 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIJING – Presiden AS Donald Trump mengirim surat kepada Dirjen WHO, yang memberi batas waktu 30 hari kepada lembaga itu untuk “membuat” sesuatu terkait pandemi Covid-19.

Jika tidak ada yang substantif yang dilakukan WHO, AS akan menarik secara permanen pendanaan ke WHO.

Bahkan akan menarik diri dari Badan Kesehatan Dunia PBB ini.

Surat ancaman AS ke WHO ini disindir China sebagai upaya AS lepas tangan atas kerusakan besar akibat Covid-19 di negaranya.

Cara itu juga dilakukan untuk menghapus perjuangan China melawan Covid-19.

Sindiran dikemukakan juru bicara Kemenlu China, Zhao Lijian, Selasa (19/5/2020).

Surat Trump ke WHO di tengah pertemuan tahunan Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss, juga menuduh WHO tunduk pada China.

Menurut Zhao Lijian dikuti Russia Today, surat Trump itu diisi ungkapan-ungkapan ,saran yang berpotensi menyesatkan publik.

“Surat itu usaha mengalihkan tanggungjawab atas ketidakmampuannya sendiri dalam menangani epidemi itu," Zhao Lijian saat jumpa pers rutin di Beijing.

Donald Trump
Donald Trump (scmp)

Pejabat Para pinggi Gedung Putih meyakini teori pandemi coronavirus dimulai dari bocornya laboratorium virologi di Wuhan, kota tempat wabah pertama kali terdeteksi.

Sementara Menteri Luar Negeri Mike Pompeo berulang-ulang mengatakan ada bukti berlimpah mendukung klaim tersebut.

Tapi bukti-bukti itu tak pernah terungkap.

Washington juga mengklaim Beijing sengaja melaporkan kekurangan infeksi dan meminta WHO menutupinya, sehingga memungkinkan virus menyebar ke seluruh dunia.

Wabah virus corona ini menghantam AS sangat keras di antara negara-negara dunia. Angka kematian sudah melewati 90.000 minggu ini.

Dalam surat yang ditujukan kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Senin (18/5/2020) malam waktu Washington, Trump menuduh lembaga itu "tidak akurat dan menyesatkan".

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved