Pendidikan

Program PINTAR Tanoto Foundation dan UNY Adaptasi dari Pola Pembelajaran di Masa Covid-19

Program PINTAR mendorong tim untuk berkolaborasi mencari cara untuk mengemas pola pelatihan agar lebih adaptif dan bermakna.

istimewa
Peserta sedang mengkaji contoh video perkuliahan aktif yang dilakukan secara luring oelh mahasiwa PGSD UNY untuk dikembangkan dalam perkuliahan adaptasi daring selama masa Pandemi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Program Pengembagan inovasi untuk kualitas pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation dan UNY mengadaptasi pola pembelajaran yang berubah seiring dengan pandemi covid-19.

Adaptasi ini dilakukan dengan menyesuaikan model pelatihan yang sebelumnya berbentuk tatap muka menjadi model e-learning atau dalam jaringan (daring).

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan UNY Dr. rer. nat. Senam mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh Tanoto Foundation dan UNY ini mampu menjawab tantangan globalisasi di tengah pademi. 

Selama pandemi, UNY juga terus mengembangkan berbagai model perkuliahan jarak jauh. 

Dies Natalis ke-56 UNY: Hadapi Perubahan Zaman, Perguruan Tinggi Harus Adaptif

Mulai penyediaan fasilitas yang melekat di web sampai dengan pengintegrasian model perkuliahan yang awalnya blended learning, yaitu 50 persen daring 50 persen online menjadi semuanya berbabasis online. 

“Kesempatan ini sangat tepat untuk belajar best practices dari Tanoto Foundation. UNY mengembangkan pendidikan bersama dan setelah ini akan berpacu dari pengalaman terbaiknya," katanya, Selasa (19/5/2020).

Sementara itu, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation M. Ari Widowati menyebutkan bahwa LPTK memiliki fungsi yang strategis dalam pengembangan pendidikan. 

Ia mengatakan, harus ada terobosan yang mampu memberikan solusi. 

Itulah kenapa Program PINTAR mendorong tim untuk berkolaborasi mencari cara untuk mengemas pola pelatihan agar lebih adaptif dan bermakna. 

"Tanoto Foundation hadir untuk sama-sama bekerja menciptakan guru-guru yang lebih aktif dan untuk guru-guru yang lebih efektif. Dan semuanya itu dimulai dari melatih dan berkolobasi dengan dosen-dosen lewat pelatihan seperti ini,” ungkapnya.

Pertanda Baik, 5 Pasien Virus Corona di Yogyakarta Sembuh: Warga Kota Jogja, Sleman dan Gunungkidul

Pelatihan yang diikuti oleh 35 orang dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas MIPA, dan Fakultas Bahasa dan sastra ini menguatkan tentang penguatan pembelajaran aktif dan budaya baca. 

Setiap segmen terbagi dari unit untuk mengaktifkan pembelajaran/perkuliahan aktif, membuat lembar kerja yang berbasis higher order thinking dan skill (HOTS), mengelola lingkungan perkuliahan yang efektif, dan mengembangkan budaya baca di lingkungan perkuliahan. 

Koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah- Yogyakarta, Dr Nurkolis MM mengatakan faktor interaksi menjadi satu hal yang paling penting diantara semua lingkungan e-learning.

“Inilah yang menjadi kunci, sangat krusial dan harus dikelola dengan baik serta dicoba dengan banyak cara,” kata dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved