Gawat! Mirip di Film Gravity, Ribuan Sampah Ruang Angkasa Melayang di Orbit Bumi

satelit-satelit tersebut, bersama dengan komponen peluncuran lainnya telah menjadi puing-puing yang mengisi ruang di angkasa.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
net
Ilustrasi sampah luar angkasa 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak peluncuran Sputnik 1 pada tahun 1957 lalu, hingga sekarang sudah ada 2.200 kali peluncuran satelit ke ruang angkasa. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, SpaceX telah meluncurkan 60 satelit baru dalam rangkaian proyek StarLink-nya.

Sehingga dengan demikian hingga saat ini sudah ada 400 satelit Starlink yang berada di orbit rendah bumi.

Sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses internet berbasis satelit murah bagi semua orang, diprediksi

program ini akan menempatkan hampir 12.000 satelit di orbit sekitar bumi.

Dengan Amazon, Telesat Kanada, dan lainnya yang merencanakan proyek serupa. Maka orbit rendah bumi dipastikan akan semakin ramai.

Adapun satelit-satelit tersebut, bersama dengan komponen peluncuran lainnya telah menjadi puing-puing yang mengisi ruang di angkasa.

Ukuran puing berkisar dari beberapa mikron hingga beberapa meter.

Stuart Gray, seorang insinyur kedirgantaraan di University of Strathclyde, telah menghasilkan visualisasi yang menakjubkan yang menyoroti lebih dari 20.000 objek berukuran lebih dari 10 sentimeter sekarang yang mengorbit Bumi.

Tetapi ada jutaan partikel berukuran 1 milimeter dan lebih kecil lainnya yang juga bertebaran di atas sana.

Para astronom amatir sudah menyatakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah benda yang bergerak dan terang di langit malam. Tetapi kekhawatiran itu mungkin jauh lebih besar bagi para profesional.

Kerumunan di orbit Bumi yang rendah memiliki konsekuensi yang tak terhindarkan bagi para astronom darat.

Permukaan yang cerah pada satelit dapat memantulkan sinar dari matahari - sehingga menimbulkan ledakan pantulan sinar matahari yang diarahkan ke permukaan bumi.

Semburan cahaya yang intens seperti itu jauh lebih kuat daripada sumber cahaya yang lemah yang biasanya diamati oleh para astronom dan akan menghalangi pengamatan objek yang jauh di ruang angkasa.

Miliaran telah dihabiskan untuk teleskop optik yang ada, dan miliaran lagi akan dituangkan ke platform baru dalam dekade berikutnya, seperti Teleskop Eropa Sangat Besar sedang dibangun di dataran tinggi Atacama di Chili.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved