Sleman

ACT DIY Antisipasi Kemarau dengan Mulai Membangun Sumur Wakaf

Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bergerak untuk antisipasi musim kemarau tahun ini.

internet
logo ACT 

TRIBUNJOGJA.COM - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bergerak untuk antisipasi musim kemarau tahun ini.

Mereka mencatat di tiap tahun ada beberapa wilayah di Gunungkidul dan Bantul yang mengalami krisis air bersih.  

Melalui Brand Global Wakaf – ACT DIY, pembangunan Sumur Wakaf terus digiatkan untuk meredam dampak kemarau yang tahun ini diperkirakan BMKG DIY terjadi mulai bulan Mei 2020, dan puncaknya pada Bulan Agustus 2020 mendatang.

Layanan Zakat ACT Hadir di 10 Hari Terakhir Ramadhan

"Berkat kepercayaan dari para pewakif, hingga saat ini ACT DIY telah membangun 28 unit Sumur Wakaf di DIY, selain juga karena kebermanfaatannya yang luar biasa bagi masyarakat untuk memudahkan akses air bersih, juga sebagai edukasi kita bersama bahwasannya Wakaf itu selain pahalanya terus mengalir juga kebermanfaatannya nyata dirasakan,” ujar Bagus Suryanto, Kepala Cabang ACT DIY, Senin (18/5/2020). 

Saat Ramadan kali ini, ACT DIY telah meresmikan sejumlah titik Sumur Wakaf yang berlokasi di Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari, Desa Plembutan Kecamatan Playen, Desa Watusigar Kecamatan Ngawen, dan Desa Sumberejo, Desa Bendung, Desa Candirejo di Kecamatan Semin.

Selain itu, pembangunan sumur wakaf di Desa Muntuk Kecamatan Dlingo, Bantul yang dimulai awal Ramadan lalu telah membuahkan hasil.

Daerah yang dipenuhi bebatuan keras ini telah berhasil di bor dan mengeluarkan air di kedalaman 80 meter, sehingga total sumur yang telah selesai pengerjaannya bulan Ramadan ini mencapai tujuh titik yaitu di Bantul dan Gunungkidul.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 18 Mei 2020, Pasien Sembuh Bertambah 5

Sumur Wakaf di Dlingo, Bantul ini dibangun di lingkungan Sekolah MTSN 8 Bantul yang selalu kesulitan air bersih saat musim kemarau tiba.

Sementara untuk sumur Wakaf yang dibangun di Desa Mertelu ini memiliki kedalaman 65 meter dan dilengkapi dengan pompa air jenis jet pump serta torn penampungan berkapasitas 5000 liter.

Selain itu secara bergantian warga juga turut mengalirkan air melaui pipa-pipa ke rumah masing-masing.

"Mohon do’a dan dukungan sahabat dermawan semua, agar kami dapat terus membangun sumur wakaf agar saudara kita tak lagi kesulitan air bersih. Setelah ini kami juga akan membangun sumur wakaf di Desa Salam - Patuk, Desa Tegalrejo – Gedangsari, Desa Pacarejo – Semanu dan akan terus membangun sumur wakaf dengan target minimal empat sumur setiap bulannya,” tutup Bagus. (TRIBUNJOGJA.COM

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved