Update Corona di DI Yogyakarta

Pasien Covid-19 dan Keluarganya Bukan Aib, Jangan Dikucilkan

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bantul ditengah situasi sulit agar senantiasa menjaga harmoni sosial di

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bantul ditengah situasi sulit agar senantiasa menjaga harmoni sosial di lingkungan masing-masing.

Jangan ada stigma negatif terhadap keluarga pasien terdampak corona virus disease atau covid-19.

Menurut dia, masyarakat tidak berhak, tidak boleh, dan tidak patut mengucilkan keluarga maupun pasien yang menjadi korban covid-19. Apalagi, belakangan diketahui pasien tersebut memiliki hasil swab negatif.

"Jangan kan itu nyata-nyata negatif, yang jelas-jelas positif saja kita tidak berhak, tidak boleh dan tidak patut untuk mengucilkan," ucap Halim, Sabtu (16/5/2020).

Dirinya mengaku sangat menyayangkan dan meminta kepada semua pihak-pihak yang memberikan stigma negatif terhadap keluarga pasien agar berhenti.

Hasil Rapid Test 99.216 Warga DKI Jakarta, 3.804 Orang Terindikasi COVID-19

Mereka yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab covid menurut dia, tidak memiliki dosa dan tidak memiliki aib.

Wabah virus corona bisa menginfeksi siapa saja.

Sebab itu, disharmoni lingkungan karena ketidakmengertian itu harus dihindari dan dihilangkan.

"Jadi saya mengimbau, tidak menjadikan pasien PDP dan keluarganya, baik yang positif dan negatif untuk dikucilkan," tegas Halim. Menurut dia, yang seharusnya dilakukan masyarakat saat ini adalah gotong-royong, bahu membahu dan saling membantu sesama.

Sebelumnya, diketahui ada lima pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Mereka menghembuskan nafas terakhir, saat hasil swab belum keluar, atau tengah diproses laboratorium.

PDP yang meninggal itu, berasal dari Kecamatan Pajangan 1 orang, Kecamatan Banguntapan 2 orang, dan Kecamatan Imogiri 1 orang.

Kemudian ada juga seorang PDP yang meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Lima PDP Covid-19 Meninggal di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Ini Tanggapan Ketua IDI DIY

Kepala Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih memastikan, kelima pasien tersebut, telau diambil swab sample-nya sebelum meninggal.

Tetapi hasilnya urung keluar, sehingga belum bisa menyingkirkan penyebab kematian karena paparan corona.

"Oleh sebab itu, semua PDP yang meninggal dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan ya, terkait penanganan pasien Covid-19," katanya, Sabtu (16/5/2020).

Siti melanjutkan, hasil swab test baru keluar beberapa hari setelah pasien menghembuskan nafas terakhir.

Dirinya menjelaskan, kelima PDP itu, dinyatakan negatif corona. Sehingga keluarga dan kontak erat pasien diperbolehkan mengakhiri kewajiban isolasi mandirinya.

"Ya, yang sebelumnya melakukan isolasi mandiri sudah bisa menjalani kegiatan seperti biasa, karena hasil swab pasien menyatakan negatif Covid-19," terangnya.

Lebih lanjut, ia berharap, supaya masyarakat di lingkungan tempat tinggal para PDP tersebut tidak perlu khawatir akan ancaman penularan.

Menurutnya warga harus dapat hidup berdampingan seperti sedia kala, tanpa rasa takut, atau mengucilkan keluarga PDP yang meninggal.

"Mari bersama-sama hilangkan stigma, atau anggapan negatif terhadap orang yang diduga terinfeksi Covid-19 ya, berikut dengan anggota keluarganya," ucap dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved