Pendidikan

UGM Kembangkan Alat Sterilisasi Masker N95 dengan Gelombang Sinar UV-C

Menggunakan tenaga gelombang sinar ultraviolet C (UV-C) yang dipaparkan selama lima menit, alat ini terbukti mampu membunuh kuman dan virus Covid-19

Istimewa
Alat sterilisasi masker N95 sehingga masker tersebut bisa dipakai berulang-ulang di rumah sakit dan klinik kesehatan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim peneliti UGM mengembangkan alat sterilisasi masker N95 sehingga masker tersebut bisa dipakai berulang-ulang di rumah sakit dan klinik kesehatan.

Menggunakan tenaga gelombang sinar ultraviolet C (UV-C)  yang dipaparkan selama lima menit, alat ini terbukti mampu membunuh kuman dan virus Covid-19 pada masker yang sudah dipakai sebelumnya.

Anggota tim peneliti, dr. Trisasi Lestari, MD., M.Med.Sc mengatakan pembuatan alat ini bekerja sama dengan peneliti dari Fakultas Teknik UGM.

Ide awal pembuatannya dilatarbelakangi dari sulitnya para tenaga medis dalam mendapatkan masker N95 di pasaran.

Ahli Epidemiologi UGM Sebut PSBB Bukan Cara Terbaik

“Harga masker N95 naiknya sangat luar biasa mahal di era Covid ini. Naik lebih dari 10 kali lipat harga normal. Padahal, sebelum Covid pun harga masker N95 memang sudah lebih mahal dibandingkan masker bedah karena fungsi filternya yg lebih baik,” katanya Rabu (13/5/2020).

Badan kesehatan dunia WHO sudah memperbolehkan penggunaan masker N95 secara berulang dengan mensterilkan dahulu sampai masker tampak kotor atau rusak.

“Idealnya tidak lebih dari 3 kali sterilisasi. Banyak RS membuat alat sterilisasi masker N95 tetapi tanpa perhitungan kekuatan lampu UVC atau lama paparan yang baik sehingga masker malah rusak. Kita pun terdorong membuat alat sterilisasi UVC yang didesain khusus untuk masker N95,” ujarnya.

Bukan hanya di saat Covid sekarang ini, ide untuk sterilisasi masker N95 ini menurutnya sudah ada sejak lama sejak ia banyak menangani pasien penderita Tuberkulosis (TB).

“Untuk menangani pasien MDR TB harus menggunakan masker N95. Ketersediaannya juga terbatas dan satu masker bisa dipakai sampai satu minggu oleh petugas TB di puskesmas dengan hanya digantung/diangin anginkan di bawah sinar matahari utk mensterilkannya karena keterbatasan fasilitas,” katanya.

Meski begitu, ia bersyukur justru di saat pandemi ini idenya terwujud dengan menggandeng peneliti lain dari Fakultas Teknik UGM.

Cara Membuat Masker N95 Sendiri, Alternatif Jika Tak Ada Pilihan Lain

Halaman
123
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved