Wabah Virus Corona

Penjelasan WHO Soal Pasien Sembuh Positif COVID-19 Lagi, Sisa Sel Virus Corona Keluar dari Paru-paru

Hasil tes oleh WHO menunjukkan pasien COVID-19 yang sembuh bisa positif lagi karena sisa-sisa sel Virus Corona di paru-paru

Editor: Yoseph Hary W
via Kompas.com
Ilustrasi CT scan dada (paru-paru) tunjukkan pneumonia, virus corona penyebab Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Pasien Virus Corona yang sudah sembuh bisa kembali positif karena sisa-sisa sel virus tersebut masih tersimpan di paru-paru

Hal itu berdasarkan hasil tes oleh WHO untuk mengetahui mengapa pasien Virus Corona yang sudah sembuh bisa kembali positif COVID-19. 

ILUSTRASI - Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru pasien bersih setelah sel-sel imun berperang melawan virus corona. Foto kiri pada hari kelima perawatan, foto kanan pada hari ke-10
ILUSTRASI - Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru pasien bersih setelah sel-sel imun berperang melawan virus corona. Foto kiri pada hari kelima perawatan, foto kanan pada hari ke-10 (Kompas.com)

Ditegaskan, berdasarkan hasil tes tersebut, pasien Covid-19 yang diyatakan pulih kemudian dites positif lagi bukan karena terpapar virus corona kedua kalinya, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.

Hasil tes mengungkap, ini karena pasien masih mengeluarkan sisa-sisa sel virus corona dari paru-paru.

Hal tersebut dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada AFP, Rabu (6/5/2020).

Pejabat kesehatan Korea Selatan melaporkan lebih dari 100 kasus seperti itu - pasien sembuh, positif lagi - di bulan April.

Keadaan ini pun meningkatkan kekhawatiran pasien yang telah pulih, apakah dapat terinfeksi lagi.

"Kami menyadari, ada beberapa pasien yang dinyatakan positif lagi setelah mereka sembuh secara klinis," kata juru bicara WHO kepada AFP tanpa membuat referensi khusus untuk kasus di Korea Selatan.

"Dari apa yang kami ketahui saat ini, dan didasarkan pada data terbaru, tampaknya itu karena paru-paru pasien masih mengeluarkan sisa-sisa sel mati virus corona. Ini merupakan bagian dari fase pemulihan," imbuh WHO.

Penelitian menunjukkan, orang yang terinfeksi virus corona baru SARS-CoV-2 memiliki antibodi sekitar satu minggu setelah terinfeksi atau gejala muncul.

Namun masih belum jelas, kata ahli, apakah tubuh secara sistematis membangun kekebalan yang cukup untuk menangkal paparan virus corona di masa mendatang atau berapa lama kekebalan itu berlangsung.

Kendati demikian, WHO berkata kita tetap membutuhkan penelitian terkait pasien pulih yang dites negatif, tapi beberapa minggu setelahnya dinyatakan positif lagi.

"Kami membutuhkan pengumpulan sampel yang sistematis dari pasien yang pulih untuk lebih memahami berapa lama virus hidup benar-benar hilang,," kata juru bicara itu.

"Kita juga perlu memahami apakah ini berarti mereka (pasien sembuh yang dites positif) masih dapat menularkan virus corona ke orang lain. Karena memiliki virus hidup tidak selalu berarti dapat menularkannya ke orang lain".

ILUSTRASI - Dokter memindai paru-paru di rumah sakit Huoshenshan, tempat rawat pasien virus corona di Wuhan. Para peneliti berpendapat bahwa metode pengujian umum tidak akan mendeteksi semua jejak virus.
ILUSTRASI - Dokter memindai paru-paru di rumah sakit Huoshenshan, tempat rawat pasien virus corona di Wuhan. Para peneliti berpendapat bahwa metode pengujian umum tidak akan mendeteksi semua jejak virus. (Xinhua via SCMP)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved