Kim Jong -un: Masa Kecil hingga Dipuja seperti Tuhan di Korea Utara, Ternyata Begini Doktrinasinya
Kim Jong-un dibesarkan bersama seorang kakak laki-laki dan seorang adik perempuan, dan ayahnya juga memiliki anak-anak lain dengan perempuan yang berb
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Pada tahun-tahun berikutnya, pemimpin Korea Utara bertemu dengan Presiden Rusia Vladamir Putin.
• Sanjungan Andrea Pirlo untuk Pemain yang Disebut sebagai Titisannya, Sandro Tonali
Sebagai hasil dari pertemuan-pertemuan ini, ia berjanji untuk melucuti persenjataan nuklir Korea Utara dan mengejar perdamaian dengan negara-negara lain.
Dalam banyak kasus, ini adalah pertama kalinya para pemimpin dari berbagai negara secara pribadi bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara.
Doktrinasi sejak dini
Dikutip Intisari, diketahui semua orang jika kebebasan beragama adalah hal terlarang di Korea Utara.
Warganya hanya boleh menyembah sang pemimpin absolut atau Kim Jong-Un.

Ia disembah dan disebut sebagai Dewa atau Tuhan oleh orang-orang Korea Utara.
Rupanya anak-anak di Korea Utara telah didoktrin untuk memuja pemimpin mereka.
Kim Jong-Un sendiri telah berkuasa sebagai generasi ketiga dari generasi tersebut, dia dijuluki sebagai pemimpin tertinggi.
"Dari mereka kecil, kami sudah mendidik anak-anak untuk mengenal pemimpin besar dan pemimpin tertinggi," Kata Kang Sun Hui, Kepala Sekolah TK Sinuiju, di Korut.
• China Mati-matian Pertahankan Laut China Selatan, Ternyata Ini Alasan di Baliknya
"Hal yang paling penting adalah, anak-anak mengagumi partai dan pemimpin serta bangsa ini, lalu kami menyisipkan kesetiaan," tambahnya.
Ketika anak-anak masuk ke sekolah, mereka sudah dijejali dengan studi revolusioner, yang merupakan bagian dari kurikulum.
Mereka mulai memperlajari masa kecil pemimpin Kim dua jam setiap minggu.
Dua tahun kemudian, mereka mulai membahas Kim Jong-Suk, istri Kim Il-Sung atau ibu dari Kim Jong-il.
Pada tahun terakhir sekolah, sekitar seperlima minggu waktu belajar, dikhususkan untuk mata pelajaran ini.

Itu telah dimulai sejak TK, dari sekitar 750 anak, 39 lainnya dimabil dalam bagian Mass Games.