Superball

Pilihan Hidup Topas Wiyantoro Usai Gantung Sepatu

Lama tak terdengar kabarnya, Topas Wiyantoro Pamungkas ternyata kini mengembangkan akademi futsal yang belum lama ini ia rintis.

istimewa / Topas Wiyantoro
Topas Wiyantoro 

TRIBUNJOGJA.COM - Nama Topas Wiyantoro Pamungkas lama tak terdengar seusai terakhir kali berseragam PSIM Yogyakarta pada kompetisi musim 2016 silam.

Lama tak terdengar kabarnya, Topas ternyata kini melanjutkan kariernya sebagai pelatih sepak bola serta mengembangkan akademi futsal yang belum lama ini ia rintis.

"Setelah gantung sepatu, sempat nyambi kerja di jasa pengiriman. Tapi keinginan untuk kembali ke lapangan memang tidak bisa ditutupi. Kemudian ada tawaran melatih klub sepak bola JIF dan tim futsal UKDW," ujar Topas kepada Tribunjogja.com, Jumat (1/5/2020).

"Belum lama ini juga baru merintis akademi futsal 'TP Academy'. Sudah jalan satu bulan, kemudian libur aktivitas karena lapangan futsal juga ditutup akibat pandemi Covid-19," tambahnya.

Eks Bomber PSIM Yogyakarta dan Persebaya Cerita Soal Situasi Pandemi Corona Covid-19 di Brasil

Ya, Topas Pamungkas memang tak bisa lepas dari sepak bola dan futsal.

Tak berlebihan pula bila menyebut Topas sebagai pioneer yang membesarkan futsal DIY di pentas nasional bersama rekannya Afif Tamimy.

Pria kelahiran 13 Januari 1988 ini menorehkan sukses kala mengantar mengantarkan Electric PLN jogja menjuarai IFL 2008 dan 2009 sekaligus dinobatkan sebagai best player di tahun yang sama. 

Di level timnas Topas juga sukses membawa Indonesia ke 12 besar Asia dan sukses menjadi Top Score AFF futsal di Thailand 2008, meski kala itu Indonesia gagal juara seusai takluk dari tuan rumah di partai final.

"Momen yang tidak akan saya lupakan dalam perjalanan karir yaitu saat jadi top skorer AFF Futsal 2008.

Imbas Corona, Home Base PSIM Yogyakarta Ditutup untuk Sementara

Pesaing terdekat Suphawut Thueanklang, yang jadi pemain top sekarang.

Saat itu di penyisihan grup kita menang, tapi di final kalah dari Thailand," ujar Topas Pamungkas.

Lebih lanjut, Topas mengungkapkan bila ia memang memiliki mimpi untuk memajukan futsal di DIY.

Sebab, menurutnya DIY memiliki potensi besar, namun tidak memiliki wadah.

"Perkembangan futsal di DIY sebenarnya bagus, cuma muara ke depannya tidak ada. Seperti turmen atau kompetisi banyak, tapi diikuti pemain dari luar, lokal ada tapi jarang. Yang ikut turnamen biasanya mahasiswa yang berkuliah di Jogja. Lalu muaranya tidak ada, apakah di Linus, atau Liga Pro," ujarnya.

Sedangkan di sepak bola, Topas tercatat memperkuat dua tim asal DIY yakni PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman, serta klub asal Jawa Tengah yaitu PSIS Semarang. 

Eks PSIM Yogyakarta Turut Berpartisipasi Lelang Jersey Perangi Covid-19

"Semua tim pasti punya kesan bagi saya. Tapi yang paling berkesan yaitu bersama PSIM Yogyakarta musim 2012 ketika bisa sampai ke empat besar Divisi Utama. Jika sekali saja menang kita bisa lolos ke kompetisi kasta tertinggi waktu itu, tapi kalah dari Persita di semifinal, dan kalah diperebutan tempat ketiga dari Persepam Pamekasan," ujarnya.

Di sela kesibukannya, Topas mengaku masih mengikuti perkembangan PSIM Yogyakarta.

Meski diakuinya terasa kurang greget lantaran di skuat Laskar Mataram minim sekali pemain asli Kota Yogya.

"Kalau rencana ke depan pasti melatih sembari menunggu tawaran tim yang akan dilatih, juga fokus pembinaan melalui TP Futsal Academy," pungkas pemilik lisensi Futsal Level 1 AFC ini. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persib
    21
    14
    3
    4
    37
    25
    10
    45
    2
    Persija Jakarta
    22
    13
    5
    4
    31
    11
    13
    44
    3
    PSM Makasar
    22
    12
    8
    2
    39
    8
    22
    44
    4
    Madura United
    23
    11
    4
    8
    29
    14
    5
    37
    5
    Borneo
    21
    10
    6
    5
    38
    18
    15
    36
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved