Pendidikan

Terkendala Sinyal Internet, Pelajar di Rongkop Naik ke Bukit Demi Kelancaran Belajar di Rumah

Kondisi geografis wilayah tersebut yang berupa perbukitan kapur atau karst juga menyulitkan warga untuk mendapatkan sinyal.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sudah sebulan lebih para pelajar di Gunungkidul harus menerapkan proses belajar di rumah alias BDR.

Mereka pun harus memiliki kuota internet untuk bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan guru mereka.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul sudah mengeluarkan kebijakan untuk meringankan biaya kuota internet pelajar dan guru dengan dana BOS.

Meskipun demikian, pelajar juga harus menghadapi kendala lain.

Pesan Mendikbud Nadiem Makarim pada Hardiknas 2020 : Saatnya Berinovasi dan Belajar dari Covid-19

Seperti yang diungkapkan oleh Sarju, Kepala Desa Petir di Kecamatan Rongkop.

Satu di antara wilayah pelosok di Gunungkidul ini tergolong sulit untuk menerima sinyal seluler, apalagi jaringan internet.

"Beberapa titik di sini memang belum ada sinyal. Kalau ada itu pun hanya untuk provider tertentu," tutur Sarju dihubungi pada Jumat (08/05/2020).

Selain sedikitnya provider seluler, kondisi geografis wilayah tersebut yang berupa perbukitan kapur atau karst juga menyulitkan warga untuk mendapatkan sinyal.

Alhasil, Sarju mengatakan warga hingga pelajar saat ini sampai harus keluar dusun untuk bisa mendapatkan sinyal.

Tak jarang mereka juga harus menyusuri setapak dan mendaki bukit, agar bisa mendapatkan jaringan internet yang sesuai.

"Para pelajar akan berada di bukit selama beberapa waktu, agar bisa mengikuti pembelajaran secara online," katanya.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 8 Mei 2020, Ada Tambahan 6 Kasus Positif

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Dusun Petir B, Warisna.

Dusun inilah yang disebut-sebut oleh Sarju, yang turut mengalami sulitnya mendapat sinyal seluler dan jaringan internet.

Warisna menyebut ada sebanyak 21 pelajar jenjang SD hingga SMA di dusun tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved