Hasil Penelitian Terbaru : Mutasi Virus Influenza Ternyata Lebih Cepat dari Virus Corona

Hasil penelitian dan hasil studi, untuk ukuran virus, SARS-CoV-2 bermutasi dalam rentang waktu yang cukup lama.

Editor: Muhammad Fatoni
newscientist.com
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJOGJA.COM - Para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia saat ini terus menganalisis dan memperdalam penelitian soal virus corona. 

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui detil soal virus corona, termasuk soal struktur virus, ukuran serta vaksin dan obat virus yang telah menyebabkan pandemi global ini. 

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan 3,74 juta pasien terinfeksi di 212 negara.

Meski demikian, untuk ukuran virus, SARS-CoV-2 bermutasi dalam rentang waktu yang cukup lama.

Beberapa virus memiliki kecepatan bermutasi yang lebih tinggi, seperti pada influenza.

UPDATE Virus Corona di Indonesia hingga Kamis 7 Mei 2020, Daftar Rinci Sebaran Kasus di 34 Provinsi

Satu Pasien Positif Covid-19 di DIY Tak Jujur Sebabkan 57 Rekan Kerja Reaktif saat Jalani Rapid Test

Oleh karena itulah manusia perlu memperbaharui vaksin setiap tahun guna mengimbangi perkembangan influenza.

Sementara virus corona jenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan pandemi Covid-19 saat ini relatif stabil dan tampaknya bermutasi jauh lebih lambat daripada influenza.

Tentunya ini berita bagus bagi para ilmuwan untuk bisa mempelajari virus dengan cermat dan dalam pengembangan vaksin.

SARS-CoV-2 sejauh ini diperkirakan memiliki tingkat mutasi kurang dari 25 per tahun.

Bandingkan dengan influenza yang sebanyak 50 mutasi per tahun.

Baru-baru ini ada dua studi analisis mutasi SARS-CoV-2 yang telah dirilis.

virus corona
virus corona (bbc.co.uk)

Pertama, studi dari Arizona State University yang menemukan penghapusan besar DNA dalam sampel virus yang diambil dari pasien di Tempe, Arizona.

Studi tersebut menghasilkan tiga genom SARS-CoV-2 dari serangkaian sampel.

Salah satu genom yang ditemukan diberi nama AZ-ASU2923, memiliki penghapusan besar yakni 81 pasangan basa DNA dalam gen yang disebut ORF7a.

Gen ORF7a ini menciptakan protein tambahan yang membantu virus menginfeksi, mereplikasi, dan menyebar di dalam tubuh manusia.

Negara Terbanyak Terjangkit Virus Corona, USA 1, Inggris 4, Indonesia Peringkat 36, China 11

Kapan Wabah Virus Corona di Indonesia Berakhir? Pakar : Sekarang Masih Menuju Puncaknya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved