Update Corona di DI Yogyakarta

Pemkot Yogya Masih Menyisir Data Penerima Bansos

Pemkot Yogya mencoba gabungkan data Keluarga Sasaran Jaring Pengaman Sosial (KSJPS) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemesos

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta masih menyisir data penerima bantuan sosial.

Pencermatan tersebut perlu dilakukan agar tidak ada penerima bantuan ganda.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan untuk pencermatan data tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Sebab ada data pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota. 

"Saat ini kita sedang mencermati jaring pengaman sosial. Karena ada aturan, yang sudah dapat (bansos) tidak boleh mendapat bantuan lagi. Kita harus mencocokan data dari pusat, provinsi, juga," katanya, Selasa (05/05/2020).

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 5 Mei 2020, Positif Bertambah 6 dari Kluster GPIB Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta mencatat ada sekitar 53.319 KK (kepala keluarga) yang menerima bantuan sosial.

Artinya ada 38,8 persen KK di Kota Yogyakarta mendapat bantuan.

Namun demikian data tersebut masih belum klir.

Ia menerangkan, pihaknya telah mencoba menggabungkan dua data, antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemesos RI dan Keluarga Sasaran Jaring Pengaman Sosial (KSJPS) milik Pemkot Yogyakarta

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved