Kenali Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung
Kendati sama-sama membahayakan jantung, serangan jantung dan henti jantung adalah dua hal yang berlainan.
TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang mengira bahwa erangan jantung dan henti jantung adalah kondisi yang serupa.
Kendati sama-sama membahayakan jantung, serangan jantung dan henti jantung adalah dua hal yang berlainan.
Gejala, penyebab, hingga faktor risiko serangan jantung dan henti jantung berbeda. Berikut penjelasannya.
Apa itu serangan jantung dan henti jantung?
Melansir American Heart Association, serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa aliran darah kaya oksigen ke jantung tersumbat.
Akibatnya, bagian jantung yang biasa dipasok darah oleh arteri tersebut bisa rusak. Semakin lama penderita serangan jantung dirawat, semakin besar dampak kerusakannya.
Sebelum terjadi serangan jantung yang intens, gejala penyakit biasanya muncul perlahan-lahan dalam hitungan jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu.
Lain halnya dengan henti jantung. Henti jantung bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan. Henti jantung adalah kondisi saat jantung berhenti mendadak karena gangguan kelistrikan pada jantung.
Karena proses pemompaan darah ke seluruh tubuh terganggu, organ vital seperti otak, paru-paru, dll. tidak bisa mendapat pasokan darah kaya oksigen.
Akibatnya, seseorang yang mengalami henti jantung bisa kehilangan kesadaran dan denyut jantung dalam hitungan detik. Penderita bisa meninggal dunia apabila tidak mendapatkan pertolongan medis dalam hitungan menit.
Gejala serangan jantung dan henti jantung
Melansir News Medical, mekanisme fisiologis yang berbeda membuat gejala serangan jantung dan gejala henti jantung berbeda.
Gejala serangan jantung meliputi:
-Nyeri dada berupa perasaan sesak di dada yang berlangsung selama beberapa menit dan tidak berkurang saat istirahat
-Nyeri bisa merambat dari dada ke lengan, rahang, leher, punggung, dan perut Sesak napas Batuk Tidak enak badan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cara-mudah-deteksi-penyakit-jantung.jpg)