Kisah Inspiratif
Hadapi Pandemi Virus Corona, Warga Karangwaru di Yogyakarta Adakan Gerakan Sosial 'Gelar Gulung'
Program 'Gelar Gulung' merupakan gerakan sosial dari warga oleh warga dan untuk warga yang terdampak covid-19.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fenomena pandemi Virus Corona mengakibatkan banyak dari masyarakat merasakan dampak terutama pada sektor ekonomi seperti, kehilangan mata pencaharian sehari-hari.
Sadar akan dampak yang cukup besar membuat warga kampung di RT55, RW02 , Kelurahan Karangwaru, Kota Yogya melakukan program Gerakan Lumantar Guyub Lung Tinulung (Gelar Gulung) untuk menghadapi pandemi covid-19.
Ketua RT55,RW02, Kelurahan Karangwaru, Kota Yogya, Cahyo Trihastomo (40)mengatakan, program 'Gelar Gulung' merupakan gerakan sosial dari warga oleh warga dan untuk warga.
Gerakan ini memberikan bantuan dan solusi kepada warga yang terdampak covid-19.
"Program ini untuk membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi di lingkungan wilayah kami," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Selasa (05/04/2020).
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 5 Mei 2020, Positif Bertambah 6 dari Kluster GPIB Yogyakarta
Beberapa program yang dibuat untuk ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi di RW55,Kelurahan Karangwaru, Kota Yogya meliputi minimart 55, ATM berteman (Anjungan Tertulung Mandiri beras, telur, mie instan), Agro mart dan cafetaria.
Untuk minimart dan ATM berteman sudah berjalan sejak 16 April 2020, di mana semua modal dalam membangun minimart dilakukan atas swadaya masyarakat.
"Untuk bangunan minimart kami lakukan secara swadaya. Jadi, ada bangunan kosong yang sudah lama tidak terpakai kemudian diizinkan sama yang punya untuk digunakan. Lalu, kita bangun secara gotong-royong dengan warga hingga menjadi mini market seperti sekarang ini," terang Cahyo.
Cahyo menambahkan, semua kelengkapan minimart atas donasi dari warga setempat.
Ada yang menyumbangkan makanan, alat-alat toko, komputer hingga pendingin ruangan.
Penjaga minimart juga warga sekitar yang terkena dampak covid-19.
Warga pun, diperbolehkan untuk menjual barang dagangannya di minimart tersebut.
Sedangkan untuk program ATM berteman, warga yang terkena dampak covid-19 diperbolehkan untuk mengambil beras, telur atau mie instan secara gratis sesuai kebutuhan.
"Jadi, kami mengajarkan warga untuk bersikap jujur. Bagi warga yang merasa kekurangan pangan bisa mengambil sendiri ke ATM berteman. Nantinya barang yang sudah diambil bisa dicatat sebagai data kami. Kami buat warga untuk mempunyai sense of belonging dan rasa tanggung jawab," ujar Cahyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hadapi-pandemi-virus-corona-warga-karangwaru-di-yogyakarta-adakangerakan-sosial-gelar-gulung.jpg)