Militer Venezuela Siaga Tempur Hadapi Infiltrasi Asing
Menteri Dalam Negeri, Nestor Raverol, menyatakan penyusup berusaha mencapai wilayah La Guaira menggunakan perahu cepat.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA COM, BUENOS AIRES - Militer Venezuela meningkatkan level kesiapsiagaan menyusul digagalkannya infiltrasi bersenjata lewat laut dari negara tetangganya, Kolombia.
"Semua unsur pasukan kita dalam siaga tempur, mengantisipasi segala ancaman. Kami menyatakan loyal pada Presiden Nicolas Maduro," kata Menteri Pertahanan Venezuela dalam sebuah pernyataan.
Perkembangan terbaru Venezuela dilaporkan Sputniknews, Senin (4/5/2020), Menteri Dalam Negeri, Nestor Raverol, menyatakan penyusup berusaha mencapai wilayah La Guaira menggunakan perahu cepat.
Seorang di antaranya disebut agen Badan Antinarkoba AS (DEA).
Belum ada konfirmasi dari pihak AS terkait keterlibatan agen mereka dalam operasi infliltrasi ini.
• Venezuela Sergap dan Hancurkan Kelompok Penyusup Bersenjata dari Kolombia
• Incar Nicolas Maduro, AS dan Sekutu Latinnya Kepung Venezuela dari Laut dan Udara
Ada dua perahu cepat terlibat, satu di antaranya ditenggelamkan saat disergap.
Sebanyak 8 penyusup bersenjata tewas, dua lain ditangkap.
Senjata yang disita dari tangan mereka jenis senapan serbu AR15 buatan AS.
Senjata serupa disita dari pelaku kudeta gagal tahun lalu di Caracas.
Presiden Nicolas Maduro mengulang pernyataannya, kelompok penyusup ini menerima bantuan dan dukungan langsung dari pemerintah Kolombia dan AS.
Mereka, menurut Maduro, berusaha memicu instabilitas tanah airnya lewat aksi kekerasan.
Bulan lalu, Maduro memobilisasi pasukan artileri untuk membentengi negaranya dari penyusupan asing.
Tentang operasi penyergapan kelompok penyusup dari Kolombia, Mendagri Nestor Raverol menyebutkan titik kejadian di lepas pantai Ojeda, dekat perbatasan dengan Kolombia.
“Kami umumkan ke masyarakat nasional dan internasional. Minggu pagi kita berhasil menggagalkan usaha infiltrasi lewat laut dari Kolombia ke negara kita,” kata Raverol di saluran televisi negara, Minggu (3/5/2020).
“Mereka hendak melakukan serangan terror, membunuh pemimpin-pemimpin revolusioner kita, dan memicu kekerasan spiral,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nicolas-maduro-presiden-venezuela_20180913_111211.jpg)