Kisah Inspiratif

Kondisi Ekonomi Membaik, Warga Gunungkidul Lepas Bantuan Program PKH

Ia berharap program yang dikembalikan ini bisa digunakan bagi keluarga lain yang lebih membutuhkan terutama yang terdampak pandemi Covid-19.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Juminah (52), pekerja lepas asal Kepek, Wonosari, Gunungkidul yang berinisiatif melepas bantuan PKH lantaran merasa sudah mampu secara ekonomi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Program Peserta Keluarga Harapan (PKH) menjadi satu di antara upaya pemerintah untuk membantu warga yang kehidupannya sulit secara ekonomi. 

Namun, warga bisa melepas program bantuan tersebut jika merasa kehidupannya jadi lebih baik.

Adalah Juminah (52), warga Dusun Kepek I, Desa Kepek, Wonosari yang memutuskan untuk melepas program PKH tersebut.

Wanita yang sehari-harinya berprofesi sebagai pekerja lepas ini beralasan kehidupan saat ini sudah lebih baik sehingga ia memilih tak lagi memanfaatkan bantuan tersebut.

"Saya merasa tidak berhak lagi untuk menggunakan PKH, karena itu saya putuskan untuk mengembalikan bantuan tersebut," tutur Juminah ditemui pada Senin (04/05/2020).

Tak Lagi Miskin, 256 Ribu Warga Jateng Mundur dari PKH

Ia menuturkan, program PKH tersebut awalnya diberikan pada ibunya, Tukiyem, sejak 2017.

Saat itu kondisi perekonomian keluarga mereka sedang sulit.

Setelah Tukiyem meninggal dunia pada 2018 silam, program tersebut kemudian dilanjutkan oleh ayah Juminah.

Ayahnya pun memanfaatkan program PKH tersebut hingga akhirnya ia turut meninggal dunia pada 2019 lalu.

Alhasil, Juminah lah yang melanjutkan program tersebut hingga akhir tahun.

"Saat itu, kami masih hidup dalam keterbatasan. Barulah akhir tahun lalu kehidupan kami berangsur membaik," ujarnya.

Juminah menyatakan kondisi ekonominya saat ini sudah sangat cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Pasalnya, suaminya pun mendapat penghasilan sebagai petugas parkir.

Meski situasi saat ini cenderung tak menentu karena pandemi COVID-19, Juminah tetap mantap untuk melepas program bantuan tersebut.

Ia bahkan sudah bermaksud untuk mengembalikan bantuan PKH sejak Januari lalu, namun momen tersebut baru bisa dilakukan saat ini.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 4 Mei 2020, Nihil Tambahan Kasus Positif, 1 Pasien Sembuh

"Terakhir saya gunakan pada Desember 2019, namun sejak Januari hingga April ini sudah tidak digunakan lagi," ungkap Juminah.

Ia pun berharap program yang dikembalikan ini bisa disalurkan dan digunakan bagi keluarga lain yang lebih membutuhkan, terutama yang terdampak pandemi COVID-19.

Kabid Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul Hadi Hendro Prayoga mengatakan sudah ada sejumlah keluarga lain yang mengembalikan bantuan PKH, selain Juminah.

"Memang ada sekitar 1,500 kartu perluasan sembako yang dikembalikan oleh pemerintah desa," kata Hendro.

Hendro mengatakan bantuan PKH memang bisa dikembalikan sesuai mekanismenya, jika penerimanya sudah dianggap mampu.

Ia pun mengapresiasi inisiatif Juminah dan para keluarga yang melepas program bantuan tersebut secara mandiri.

Hendro berharap inisiatif tersebut bisa memotivasi penerima lain untuk meningkatkan kondisi ekonominya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved