Update Corona di DI Yogyakarta

WNA India Jalani Karantina di Balai Diklat DIY

Sebanyak 11 warga berkebangsaan India menjalani karantina di Balai Diklat milik Pemda DIY di Gunung Sempu, Kasihan Bantul.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 11 warga berkebangsaan India menjalani karantina di Balai Diklat milik Pemda DIY di Gunung Sempu, Kasihan Bantul.

Para WNA India tersebut merupakan jamaah tablig yang sedang berdakwah di Kabupaten Sleman.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi menjelaskan bahwa masalah WNA India ini seluruhnya diambil alih oleh Pemda DIY.

Adapun proses pemindahan WNA India yang negatif Covid-19 dilakukan oleh Tim Covid-19 DIY dari dua lokasi berbeda.

Lima orang WNA India sempat dirawat di RSPAU Hardjolukito dan dilakukan swab dengan hasil negatif Covid-19.

Mereka lantas dibawa petugas ke lokasi karantina.

Cara Muslim di India untuk Sosialisasikan Jaga Jarak Antisipasi Corona

Selain itu, petugas juga menjemput enam WNA lainnya dari Masjid Al-Ittihad Karangwuni, Depok untuk diantar ke lokasi karantina.

"Lima orang WNA India yang sebelumnya dirawat di Hardjolukito dibawa langsung ke lokasi karantina. Begitu juga yang di masjid diantar ke Balai Diklat DIY. Total semuanya 11 orang," jelasnya Selasa (28/4/2020).

Petugas kemudian melakukan sterilisasi area masjid dengan penyemprotan disinfektan, seusai pemindahan WNA India tersebut. Upaya ini dilakukan agar area masjid tersebut aman dari penyebaran virus Covid-19.

"Jadi saat ini semua WNA India berada di Gunung Sempu dan masjid sudah disemprot (disinfektan)," paparnya.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY, Biwara Yuswantana sebelumnya mengatakan selain 11 WNA India yang negatif dan saat ini sudah dikarantina, ada empat WNA India lainnya yang dinyatakan positif.

Saat ini, mereka yang positif masih menjalani perawatan di RSPAU Hardjolukito.

Terkait hal ini, Pemda DIY sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Kedubes India di Jakarta terkait penanganan keempatnya. Termasuk masalah biaya selama dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 itu.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved