Proyek Pembebasan Lahan Tol Yogyakarta-Solo hingga Bawen Dijadwalkan Ulang

Pembebasan Lahan Proyek yogyakarta-Solo-BawenK ementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) belum bisa malakukan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
google.com
Peta Ilustrasi segitiga emas tiga kota Yogyakarta-Solo-Semarang yang akan dihubungkan Jalur Tol 

TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta --- Lebih kurang sudah tiga bulan tahapan pembangunan tol Solo-Jogja-Bawen jalan di tempat karena terdampak pandemi virus corona.

Satu akibatnya tahapannya adalah proses pembebasan lahan yang seharusnya berakhir April tersendat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk sementara waktu masih belum bisa malakukan pengerjaan konstruksi.

Staff Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementerian PUPR, Galih Alfandi mengatakan, pihaknya masih menunggu proses pembebasan lahan di delapan desa.

Ia mencatat, delapan desa yang masih belum selesai tersebut termasuk ke dalam tahapan konsultasi publik.

Beberapa diantaranya 321 bidang di Desa Tirtomartani, Maguwoharjo 245 bidang, 214 bidang di Condongcatur, 49 bidang di Catur Tunggal, Sariharjo terdapat 59 bidang, Sinduadi ada 108 bidang, Trihanggo sekitar 64 bidang, dan Desa Tlogoadi terdapat 181 bidang.

Sementara jumlah lahan yang sudah dibebaskan berada dienam desa di antaranya Desa Bokoharjo, Tirtomartani, Solomartani, Tamanmartani, Purwomartani, Tlogoadi dan Desa Tirtoadi.

"Totalnya itu sekitar 22 Kilometer. Lahan yang kami minta ada 1.241 bidang. Itu yang ruas Solo-Jogja yang masuk tahap II," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Senin (27/4/2020)

Belum selesainya pembebasan lahan tersebut dipicu lantaran sulit melaksanakan proses konsultasi publik karena dampak dari virus corona atau Covid-19.

Tim Satker PJBH dan juga Dispertaru DI Yogyakarta belum bisa mengumpulkan warga dalam jumlah banyak untuk menyelesaikan tahapan publik.

"Polisi saja membubarkan kerumunan. Masa kami justru mengumpulkan kerumunan. Jadi ya terpaksa kami harus menjadwalkan ulang untuk tahapan selanjutnya," sambungnya.

Ia mengatakan, seharusnya April kali ini pembebasan lahan di tahap II sudah selesai, dan pertengahan tahun hingga akhir tahun pengerjaan konstruksi sudah harus selesai.

Adanya Covid-19 kali ini, pengerjaan konstruksi tahap II itu pun menurut Galih, kemungkinan besar molor hingga tahun 2021.

"Secara otomatis molor. Karena progres pembebasan lahan jalan di tempat. Harusnya tahun ini pengerjaan konstruksi sudah jalan," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved