Jejak Karier Ony Kurniawan, 'One Man One Club' Bersama PSIM Yogyakarta

Berkarier sebagai kiper PSIM Yogyakarta sejak 2002 hingga 2017, diakui Ony banyak meninggalkan kenangan.

Tayang:
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Ony Kurniawan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nama Ony Kurniawan dikenal para partisan PSIM Yogyakarta sebagai seorang legenda.

Ony dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dalam cerita kejayaan klub berjulukan Laskar Mataram itu, kala merajai panggung kompetisi Divisi I 2005 dan berhak promosi ke Divisi Utama, kasta tertinggi sepak bola Tanah Air kala itu.

Berkarier sebagai kiper PSIM Yogyakarta sejak 2002 hingga 2017, diakui Ony banyak meninggalkan kenangan.

Satu di antara momen yang paling ia kenang ialah ketika mampu membawa tim PSIM Yogyakarta menjuarai Divisi I 2005, seusai menaklukkan Persiwa Wamena dengan skor 2-1 di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

"Saat itu masyarakat Yogya berbondong-bondong mendukung kami di Stadioan Jalak Harupat. Setalah juara, saya tidak bisa berkata apa-apa, momen terindah sepanjang karier saya," ujar mantan penjaga gawang yang identik mengenakan nomor punggung 21 ini.

Kiat Bisnis Eks Pemain PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman Survive di Tengah Pandemi Covid-19

Bantu Perangi Covid-19, Witan Sulaeman Bakal Lelang Jersey PSIM Yogyakarta Miliknya

Sepulangnya setelah menjuarai Divisi 1, Ony sangat terkesan dengan sambutan masyarakat Yogyakarta saat itu.

Ony bercerita, tim PSIM sudah disambut sejak sampai di stasiun.

Selanjutnya, rombongan pemain dan pelatih diarak menggunakan mobil jeep mengelilingi Kota Jogja.

"Luar bisa sekali sambutan masyarakat, kami diarak melewati Malioboro dan jalanan Kota Jogja," lanjut Ony.

Perpisahan Ony Kurniawan di Stadion Sultan Agung, Jumat (17/11/2017)
Perpisahan Ony Kurniawan di Stadion Sultan Agung, Jumat (17/11/2017) (Tribun Jogja/ Hanif Suryo)

Namun perjalanan karier sebagai pesepakbola tak selalu berjalan mudah.

Ada satu pertandingan yang paling ia ingat, yakni saat melakoni tandang menghadapi Persim Maros, Maros, Sulawesi Selatan, 2003 silam.

Ony menceritakan, saat baru turun dari pesawat oknum pendukung tuan rumah sudah melakukan teror terhadap tim PSIM.

"Mungkin mereka beranggapan saat main di Jogja juga diperlakukan tidak enak, padahal tidak," ujar Ony.

Ingin Mulai dan Akhiri Karirnya di PSIM, Pesepakbola Ini Ingin Tiru Ony Kurniawan

Resmi Gantung Sarung Tangan, Ini Momen Paling Dikenang Ony Kurniawan Bersama PSIM

Tak berhenti disitu, pada malam hari saat pemain sedang bersantai di loby hotel, lagi-lagi datang oknum suporter yang mencaci-maki dan melakukan teror.

Puncaknya adalah saat pertandingan berlangsung. Tiap kali terjadi pelanggaran, oknum suporter merangsek ke dalam lapangan dan menyerang pemain dan juga official tim PSIM.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved