Update Corona di DI Yogyakarta
Jumlah Pemudik Mulai Turun, Wabup Gunungkidul Sebut Warga Sudah Patuh
Selama empat hari terakhir, pemudik yang datang hanya sekitar 250 orang.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menyatakan jumlah pemudik yang datang mulai mengalami penurunan.
Selama empat hari terakhir, pemudik yang datang hanya sekitar 250 orang.
Menurut Immawan, berkurangnya jumlah pendatang menunjukkan warga Gunungkidul di perantauan sudah baik.
"Sebab sebenarnya ada ratusan ribu warga yang merantau, sedangkan yang kembali hingga saat ini totalnya sekitar 10,029 orang," katanya melalui keterangan pada wartawan, Rabu (22/04/2020).
• Bertambah 2, Kasus Positif COVID-19 di Gunungkidul Jadi 5 Kasus
Keyakinan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gunungkidul akan kepatuhan warga didasarkan pada laporan sejumlah kepala desa.
Menurutnya kepala desa sudah berkomunikasi dengan warganya di perantauan.
Aktivitas mudik sendiri juga terpantau melalui Sistem Informasi Desa (SID), di mana tiap desa diwajibkan melaporkan warganya yang kembali.
Kontak mereka pun didata agar kondisi kesehatannya bisa dipantau langsung oleh petugas Puskesmas.
• Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona
"Para kepala desa mengatakan warga yang masih di perantauan sudah setuju untuk tidak mudik," jelas Immawan.
Imbauan agar tidak mudik tersebut juga disampaikan oleh Kaderi selaku Kepala Desa Ngalang di Gedangsari.
Ia sudah meminta warganya di perantauan tidak mudik jika tidak ada kepentingan yang mendesak.
Para pemudik yang sudah terlanjur kembali pun diminta untuk melakukan karantina atau isolasi mandiri selama 14 hari, sesuai anjuran Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul.
"Warga pendatang sudah kami minta melapor dan saat ini menjalani isolasi mandiri," kata Kaderi ditemui beberapa waktu lalu.(TRIBUNJOGJA.COM)