Update Korban Covid-19 di AS, Warga Meninggal Dunia Mencapai 42.000 Orang

AS kini jadi pusat penyebaran wabah dan paling terdampak. Ada 786.000 orang positif terpapar virus Corona.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - Data terbaru Universitas John Hopkins menunjukkan virus Corona telah menjangkiti 2,5 juta manusia di planet ini.

AS kini jadi pusat penyebaran wabah dan paling terdampak. Ada 786.000 orang positif terpapar virus Corona.

Korban meninggal di seantero AS hingga Selasa (21/4/2020) saat data dirilis, mencapai 42.000 orang. New York jadi daerah terbanyak kematiannya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Dikabarkan Kritis Pasca Operasi Jantung

Ada 14.000 orang tewas di negara bagian ini. Spanyol berada di peringkat ketiga paling banyak korban meninggalnya, mencapai 20.000 orang.

Sepekan lalu, Universitas John Hopkins merilis data terbaru, jumlah orang yang terinfeksi virus Corona di dunia mencapai 1,8 juta jiwa.

Isu Virus Corona Bocor dari Lab di Wuhan, Trump Lontarkan Ancaman ke China Terkait Dampak Covid-19

Sebanyak 114.000 di antaranya meninggal dunia akibat virus mematikan ini. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.

Amerika Serikat waktu itu sudah berada di urutan nomer satu jumlah positif terpapar virus mencapai 555.000 orang.

Korban meninggal di seantero AS mencapai 22.000 orang. Negara bagian New York paling parah terdampak wabah virus Corona ini.

Lebih dari 189.000 kasus telah dilaporkan di negara bagian paling terpengaruh di AS. Ratusan orang saat ini sekarat setiap hari akibat komplikasi terkait Coronavirus.

Perseteruan Trump dengan Gubernur New York Berlanjut, Saling Serang Penuh Sindiran

Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan pihak berwenang ingin membuka kembali negara sesegera mungkin, tetapi sulit mengetahui bagaimana perkembangan virus ini.

"Saya kira tidak ada orang yang bisa membuat keputusan berdasarkan informasi saat ini," kata Cuomo.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan keadaan darurat di 50 negara bagian AS. Pemerintah federal akan menanggung dana yang diperlukan untuk penanganan bencana.

Trump mengumumkan keadaan darurat setelah Gubernur Wyoming mengirimkan surat ke Gedung Putih, terkait wabah virus Corona yang merenggut korban banyak di wilayahnya.

Trump Perintahkan Stop Dana ke WHO, AS Investigasi Sebab Wabah Corona

Sementara silang pendapat terus berkembang tentang Dr Anthony Faucci, pakar imunologi AS yang juga bagian gugus tugas Covid-19 Gedung Putih.

Faucci dalam beberapa kali kesempatan mengemukakan, ia telah memberi peringatan kepada Presiden terkait wabah Corona, namun diabaikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved