Yogyakarta

Harga Jual Anjlok, Peternak Ayam Rakyat Lepas DOC

Peternak ayam rakyat dan mandiri di wilayah DIY-Jateng protes kepada pemerintah akibat kondisi harga jual ayam hidup (livebird) yang jauh di bawah ong

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Peternak ayam rakyat melepas ratusan DOC di lapangan Karang Kotagede, Selasa (21/4/2020). Upaya itu merupakan bentuk protes kepada pemerintah akibat harga jual ayam yang belum kunjung stabil. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peternak ayam rakyat dan mandiri di wilayah DIY-Jateng protes kepada pemerintah akibat kondisi harga jual ayam hidup (livebird) yang jauh di bawah ongkos produksi.

Peternak mengklaim kerugian yang ditimbulkan akibat kondisi itu mencapai miliaran.

Aksi protes ditunjukkan dengan melepas anak ayam usia sehari (DOC) di lapangan Karang Kotagede, Selasa (21/42020) pagi.

Ratusan DOC itu dilepas sebagai simbol bahwasanya peternak rakyat tercekik akibat harga pakan yang kian melambung, sementara harga jual livebird belum sesuai dengan yang diharapkan.

"Sekarang kamu cari makan sendiri ya le. Saya sudah ngga sanggup lagi kasih makan," kata Tatak Yudo (37) salah seorang peternak asal Pati, Jawa Tengah saat melepas sejumlah DOC itu.

Duhh! Ratusan Ribu Anak Ayam Dikubur Hidup-hidup Gara-gara Krisis Pakan Saat Wabah Covid-19 di Iran

Ratusan DOC yang dilepas sontak menjadi sorotan warga setempat.

Sejumlah anak-anak dan orang dewasa berebut DOC yang berkeliaran di sekitar lapangan.

Tatak mejelaskan, kondisi anjloknya harga jual livebird sudah dirasakan sejak pertengahan 2018 silam.

Peternak yang berharap tahun 2020 menjadi tahun keberuntungan ternyata apes, kondisi yang demikian ternyata terus berlanjut hingga sekarang.

Terlebih dengan situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, kian membuat peternak rakyat menjerit.

"Secara angka itu sudah Rp8500/kilogram (kg) (harga jual livebird) sementara untuk biaya operasi sudah mencapai Rp15-16 ribu. Kerugiannya sudah tak terhingga," katanya.

Dijelaskan, kondisi harga jual livebird yang di bawah angka Rp10 ribu per kg dinilai masih jauh dari harapan para peternak.

Sementara, untuk biaya operasional ayam seperti pakan, obat-obatan serta perawatan lainnya peternak butuh biaya yang cukup besar.

Permintaan Merosot, Peternak Ayam di Yogyakarta Merugi Puluhan Juta Rupiah

"Untuk HPP produksi broiler sendiri itu Rp16.500 per kg. Bahkan dengan DOC gratis dan kita cuman beli pakan dan obat saja kita tetap rugi," jelasnya.

Di sisi lain, dia mengakui bahwa harga jual ayam sangat jomplang ketika di kandang dibanding di pasaran.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved