BREAKING NEWS: Aksi Peternak Ayam Yogyakarta Gembalakan Ternak di Lapangan, Protes Harga Anjlok
peternak ayam di wilayah Yogyakarta mengelar aksi mengembala ayam di lapangan, Selasa (21/4/2020).
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Sedangkan demand-nya berkurang karena kebijakan PSBB.
Selain itu, turunnya harga jual ayam di tingkat peternak diduga akibat ulah mafia pangan yang ingin ambil untung di tengah wabah. Sebab harga ayam di pasaran masih tinggi.
"Saat kami jual langsung ke masyarakat, ternyata laris manis. Ini artinya, ada masalah di tengah. Kalau memang karena corona daya beli ayam sepi, mestinya tidak laris, dan harga di pasaran turun. Ini harganya tetap tinggi," beber dia.
Wakil Sekjen DPP Data Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia Abbi Angkasa Perdana Darmaputra mengatakan pandemi virus corona di Indonesia membuat harga ayam di pasaran turun drastis.
Mereka juga terpaksa memusnahkan anak ayam umur 3-10 hari lantaran kebingungan membeli pakan. Hingga saat ini sudah hampir 2 juta anak ayam yang dimusnahkan. Ia berharap ada solusi terkait harga ayam nasional dan rantai distribusinya.
"Tolong kami satgas pangan," kata dia.
Sementara itu praktisi peternakan ayam rakyat, Deki Neriawan menambahkan, penyebab lain adalah tidak terserapnya ayam karena daya beli masyarakat yang turun.
Berdasarkan survei pasar, harga daging ayam di pasar basah berkisar antara Rp 30.000-35.000 per kilogram karkas.
Sedangkan harga ayam dari kandang per 3 April 2020 berkisar Rp. 5.500-8.000 per kilogram untuk wilayah Pulau Jawa.
Kondisi ini memberatkan para peternak, karena harga pokok produksi per kilogram daging tetap di angka Rp 18.000- Rp19.000.
“Jika kondisi ini berlanjut sampai 2 minggu ke depan, bisa dipastikan seluruh peternak rakyat akan gulung tikar, yang akan diikuti gelombang PHK secara besar-besaran mencapai 12 juta karyawan,” kata Dekki. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aksi-peternak-ayam-yogyakarta-gembalakan-ternak-di-lapangan.jpg)