Bantul
Pemuda Prakerja dan Korban PHK di Bantul Dilatih Tata Cara Daftar Online Kartu Pra-Kerja
Pelatihan untuk memfasilitasi pemuda prakerja dan korban PHK yang belum begitu akrab dengan teknologi, agar bisa mengakses bantuan dari pemerintah.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah pemuda prakerja dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terdampak langsung Corona Virus Disease atau Covid-19 di Kabupaten Bantul dilatih tata cara mendaftar online kartu pra-kerja.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Suwardi Center itu untuk memfasilitasi pemuda prakerja dan korban PHK yang belum begitu akrab dengan teknologi, agar bisa mengakses bantuan dari pemerintah.
Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi mengungkapkan, peminat kartu pra-kerja jumlahnya sangat banyak.
Pemuda prakerja dan mereka yang terdampak langsung pandemi Corona, sangat membutuhkan bantuan tersebut.
• Cek Kuota dan Waktu Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang Dua
Namun, ternyata tidak semua bisa mendaftar dengan mudah.
Sebagian orang, terutama masyarakat awam pedesaan yang belum begitu akrab dengan teknologi, mengalami kesulitan.
Sebab itu, diselenggarakan pelatihan.
"Harapannya, mereka yang benar-benar membutuhkan, bisa mendapatkan akses bantuan dari pemerintah, sehingga mereka tidak terlantar akibat wabah virus Corona," kata Suwardi, saat membuka pelatihan di dusun Genting, Desa Tirtomulyo, Kretek, Bantul, Senin (20/4/2020)
Menurut Suwardi, ada sekitar 50an pemuda prakerja, termasuk korban PHK yang dilatih dan didampingi agar bisa mendaftar online kartu pra-kerja. Pelatihan dilakukan secara bertahap, dengan tetap memperhatikan physical distancing dan mengenakan masker sesuai imbauan pemerintah.
Para pemuda itu diajari bagaimana tahapan mendaftar, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi saat akan mendaftar kartu prakerja.
Kemudian, setelah dirasa bisa, mereka akan mempraktekkan secara langsung dengan fasilitas WiFi yang telah disediakan.
• Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona
Meraka yang mendapatkan pelatihan itu merupakan keterwakilan pemuda dari beberapa dusun.
Harapannya, kata dia, mereka yang sudah dilatih akan bisa menjadi pioneer untuk membantu teman-temannya yang tidak memiliki pemahaman teknologi.
Sehingga, mereka yang sebenarnya memiliki permasalahan ekonomi serius dapat sama-sama terbantu.
Dapat mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui kartu prakerja.
"Akhirnya mereka bisa mendapatkan pelatihan ketrampilan. Mendapatkan insentif untuk bisa melewati masa sulit ini," ucap Suwardi.
Salah satu peserta pelatihan, Ulil Khasanah mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut.
Warga Wonolelo, Pleret itu merupakan korban pemutusan hubungan kerja karena pandemi Corona, sehingga dirinya sangat membutuhkan, agar bisa mendapatkan kartu prakerja.
Ulil menceritakan, awalnya dia bekerja sebagai guru private di sebuah lembaga pendidikan.
• Desa Sumbermulyo Bantul Libatkan Korban PHK dalam Proyek Padat Karya
Ia mengaku sudah empat tahun mengajar.
Biasanya mengajar setiap jam 16.00 sore sampai jam 20.00 malam.
Namun semenjak merebaknya pandemi Corona, sejumlah sekolah reguler diliburkan.
"Lembaga Bimbingan Belajar pun ikutan tutup. Sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ucap dia.
Semenjak tak lagi mengajar, Ulil mengaku tidak lagi mendapatkan penghasilan untuk keluarga.
Padahal, Ia mengaku memiliki dua orang anak.
Saat hari-hari biasa, Ulil bisa mendapatkan penghasilan Rp 1 juta per bulan.
"Sekarang tidak ada pemasukan sama sekali," tutur Ulil.
Ia mengikuti pelatihan dengan harapan agar nantinya bisa mendapatkan insentif dari kartu prakerja. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemuda-prakerja-dan-korban-phk-di-bantul-dilatih-tata-cara-daftar-online-kartu-pra-kerja.jpg)