JADWAL Kereta Api Daop 6 Yogyakarta Mulai Senin 20 April, Solo, Surabaya, Cilacap hingga Gambir
Mulai Senin 20 April dan Selasa 21 April 2020 hingga Kamis 30 April 2020 mendatang, KAI Daop 6 Yogyakarta juga akan melakukan penyesuaian
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Iwan Al Khasni
Prameks

Diberitakan beberapa waktu lalu, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan pembatasan penumpang pada kereta api lokal Prambanan Ekspres (Prameks) menjadi berkapasitas 50% guna mencegah penyebaran virus Corona.
Dibanding dengan kondisi normal, KA Prameks yang merupakan relasi Solo – Jogja pergi pulang (PP) beroperasi hingga memuat 150% dari kapasitas kereta.
"Kebijakan ini sekaligus menerapkan pembatasan fisik demi memutus rantai persebaran Covid-19," kata Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto Rabu (8/4/2020).
Eka menyatakan, semenjak wabah virus Corona kian merebak, okupansi atau jumlah keterisian penumpang KA Prameks juga turun cukup signifikan.
“Sejak adanya Covid-19 ini, okupansi KA juga menurun drastis. Okupansi KA Prameks menjadi hanya 20 sampai 25 persen dalam sekali perjalanan,” ujarnya.
Eko menjelaskan, kapasitas penuh 150% tersebut terdiri dari 100% penumpang duduk dan 50% penumpang berdiri.
Namun, dengan kebijakan pembatasan fisik tersebut penumpang KA Prameks tidak perlu lagi berdesakan di dalam gerbong.
Pembatasan kapasitas maksimal KA Prameks secara otomatis disesuaikan dengan jumlah tiket yang bisa dipesan baik secara online melalui channel KAI maupun go show di stasiun pemberangkatan. Artinya tidak ada penumpang yang berdiri selama kebijakan pembatasan.
Menurutnya, jumlah penumpang KA di wilayah Daops VI pada hari biasa sebelum wabah virus Corona mencapai angka 30.000 penumpang per hari. Sejak adanya Covid-19, angka penumpang turun hingga kisaran 3.000 penumpang per hari.
“Penumpang KA kini juga diharuskan mengenakan masker ketika naik KA,” imbuhnya.
Di samping itu, PT KAI memutuskan tetap mengoperasikan KA Prameks sesuai jadwal. Hal ini berbeda dengan KA jarak jauh yang sebagian besar disetop operasionalnya lantaran turunnya okupansi KA efek wabah Covid-19. ( Tribunjogja.com | Yosef Leon )