Update Corona di DI Yogyakarta
Punya Cadangan 16,7 Ton Beras, Pemkot Yogya Pastikan Stok Pangan Aman
Cadangan beras merupakan beras yang disimpan untuk kebutuhan mendesak.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki cadangan beras 16,7 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengatakan cadangan beras berbeda dengan stok beras.
Cadangan beras merupakan beras yang disimpan untuk kebutuhan mendesak.
Stok pangan, kata dia dipenuhi dari Bulog, pedagang besar, pasar, toko modern, dan lain-lain.
Sementara cadangan beras yang dimiliki DInas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta dikeluarkan pada situasi tertentu saja.
• Rp 200 Juta untuk Tambahan Stok Beras di Kota Yogya
"Cadangan beras itu dikeluarkan pada situasi tertentu, misalnya ada inflasi, bencana alam atau sosial. Cadangan beras itu bisa kita keluarkan sepanjang ada kebijakan dari pimpinan daerah. Karena cadangan beras ini kita hanya menampung saja, seperti gudang," katanya, Kamis (18/4/2020).
Sugeng mlanjutkan untuk menghitung cadangan beras dapat dikonversi per kapita dikali jumlah penduduk.
Jika dihitung, dengan jumlah konsumsi dan jumlah per kapita, Kota Yogyakarta memerlukan cadangan 125 ton per tahun.
Terkait dengan penanganan COVID-19, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta tidak termasuk dalam Gugus Tugas Penangan COVID-19 di Kota Yogyakarta.
Namun demikian, jika ada kebijakan dari Walikota Yogyakarta, maka beras cadangan bisa dikeluarkan.
"Gugus tugas memiliki mekanisme penanganan, proses penyaluran, dan lain-lain. Dinas Pertanian memang tidak masuk gugus tugas, kalau nanti diperintahkan untuk mengeluarkan cadangan beras, ya kami keluarkan," lanjutnya.
• Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona
Ketika ditanya terkait rencana penambahan, Sugeng mengungkapkan akan melihat anggaran, sebab perlu disesuaikan dengan penanganan COVID-19.
"Kita masih melihat anggaran dan kebutuhan. Untuk pemberian bantuan kan ada Dinsos, jangan sampai nanti malah double (ganda). Makanya perlu diperhatikan dan dihitung. Yang pasti kalau kita diminta untuk mengeluarkan, ya kita kelaurkan," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Yuanianto Dwisutono menambahkan stok pangan di Kota Yogyakarta cukup, bahkan hingga lebaran nanti.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memantau harga kebutuhan komoditas pasar.
"Selain koordinasi dengan pihak internal, kami juga koordinasi dengan pihak eksternal seperti pemasok. Untuk memastikan pasokan bahan pahan aman, sehingga bisa menekan kemungkinan lonjakan harga," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)