Bermodal Lencana Palsu, Asmuni Kibuli Emak-emak di Palembang, Mengaku Polisi Lalu Bawa Kabur Motor

Bermodal Lencana Palsu, Asmuni Kibuli Emak-emak di Palembang, Mengaku Polisi Lalu Bawa Kabur Motor

Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Ulah Asmuni (43) polisi gadungan yang melarikan delapan motor milik warga saat diamankan di Polsek Ilir Barat 1 Palembang, Selasa (14/4/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, PALEMBANG - Bebekal postur tubuh besar dan lencana palsu, seorang residivis di Palembang sukses mengibuli emak-emak yang tengah berjualan es di Kawasan 11 Ilir Pasar Palembang.

Pria bernama asli Asmuni tersebut sukses memperdayai Sri Amintasari (29).

Dalam menjalankan aksinya, pria yang baru bebas dari penjara sekitar sebulan silam ini mengaku polisi yang sedang mengejar penjahat.

Berbekal lencana palsu, Asmuni yang mengincar emak-emak yang berjualan di pasar ini mengaku sedang berusaha mengejar penjahat dan hendak meminjam sepeda motor milik korbannya.

Sri Amintasari yang mengetahui pria berbadan tegap lengkap dengan lencana pun akhirnya percaya kalau orang yang hendak meminjam sepeda motornya adalah seorang polisi.

Namun perasaan Sri mulai khawatir karena pria yang meminjam motornya tak kunjung kembali.

Karena merasa curiga telah jadi korban penipuan, Sri pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Ilir Barat 1.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan.

Setelah beberapa waktu melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mendapatkan ciri-ciri pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap Asmuni.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sepeda motor milik korban dan juga lencana palsu milik Asmuni.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Yenni Diarty, menjelaskan, pelaku mengaku telah delapan kali beraksi sejak dibebaskan dari penjara.

Peduli Paramedis, Bhayangkari dan Polwan Polda DIY Salurkan APD dan Extrafooding ke Tenaga Kesehatan

Kabar Dentuman Keras di Sleman, Tidak Ada Hubungan dengan Aktivitas Merapi dan Seismik

"Pengakuannya di Palembang sudah delapan kali beraksi. Ini adalah residivis penggelapan mobil yang baru keluar.

Modusnya sama dengan menyamar sebagai polisi," jelas Yenni.

Ilustrasi Curanmor
Ilustrasi Curanmor (Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas)

Beli Lencana di Pasar

Kepada polisi, Asmuni mengaku uang hasil penjualan sepeda motor hasil kejahatannya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved