Update Corona di DI Yogyakarta

DPRD Tak Ingin Kebobolan Pemudik Masuk DIY Tanpa Test Covid-19

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY meminta, Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY supaya tidak ada kendaraan luar kota yang lolos masuk DIY s

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi virus corona 

Ia tidak menutup kemungkinan jika bakal ada kendaraan yang lolos dari penjagaan karena personil Dishub yang terbatas.

"Makanya koordinasi lintas instansi sangat penting dilakukan Dishub untuk optimalisasi," ujarnya.

Ada beberapa catatan dari Politisi PKS ini, kepada Dishub DIY, diantaranya, pihaknya meminta supaya penambahan penjagaan perlu dilakukan, perketat penjagaan transportasi massal.

Selain itu, ia meminta supaya Dishub DIY juga memperhatikan kelengkapan kesehatan yang dianjurkan.

Lebih lanjut, Huda menyampaikan supaya peluncuran aplikasi dari Diskominfo terkait aplikasi deteksi dini melalui android segera dilaksanakan.

"Supaya bisa dikoordinasikan dengan Dishub untuk langkah tracing termudah," imbuh dia.

Sementara saat disinggung perlunya pengadaan rapid test bagi para pemudik, ia sangat setuju.

Hanya saja, kondisi Pemda DIY saat ini masih kesulitan terkait ketersediaan rapid test tersebut.

Sebagai gantinya, Huda mendesak supaya ada satu Rumah Sakit rujukan yang bisa dimaksimalkan khusus bagi para pemudik.

Karena menurutnya, itu sangat penting lantaran banyak kasus Covid-19 di DIY leboh sering ditemukan kasus transmisi atau bawaan dari warga luar daerah.

"Penjagaan ini harus benar-benar ketat, bukan kami anti dengan pemudik. Tapi kebanyakan kasus ditemukan memang itu dari transmisi luar daerah. Makanya harus melalui test yang betul-betul valid dan teliti," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved