Update Corona di DI Yogyakarta
Warga Bantul Diminta Jangan Tolak Pemudik
Jangan sampai paseduluran yang sudah terjalin begitu kuat, rusak karena ketidak pahaman masyarakat dalam menghadapi Virus Corona.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan, kepada seluruh warga dusun di Bantul yang kampungnya kedatangan pemudik, diminta jangan berlebihan.
Apalagi sampai menolaknya.
Menurut dia, pemudik jangan distigmatisasi sebagai pembawa Virus Corona.
Apabila mereka memang datang dari zona merah (daerah penyebaran virus) maka masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).
• BREAKING NEWS : Anak 7 Tahun Positif Covid-19 di Bantul Dinyatakan Sembuh
Sikap yang seharusnya dilakukan adalah menjalankan protokol kesehatan.
Bagi pemudik, diminta segera memeriksakan diri ke Puskemas.
Menurutnya, di puskemas telah tersedia sistem pemeriksaan bagi pemudik yang datang dari zona merah.
Pemudik diminta mengikuti arahan dari Puskemas.
Apabila tidak ada gejala maka cukup melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari.
Tetapi apabila timbul gejala, seperti batuk, pilek ataupun demam maka dirujuk ke RS Rujukan.
• Perayaan Kecil dr Tirta Hudi Setelah Keluar dari Rumah Sakit
RS Rujukan menurutnya ada dua macam.
Apabila gejalanya berat, maka dimasukkan ke RS Rujukan.
Sementara jika bergejala ringan maka masuk ke RS darurat yang ada di Bambanglipuro.
"Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Sepanjang protokol diikuti. Tidak ada masalah," kata dia.
Halim menyampaikan, masyarakat Bantul memiliki kebudayaan, solidaritas, sosial dan paseduluran yang kuat.
Sebab itu, dirinya berpesan, jangan sampai paseduluran yang sudah terjalin begitu kuat, rusak karena ketidak pahaman masyarakat dalam menghadapi Virus Corona. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-bupati-bantul-abdul-halim-muslih-2.jpg)