Update Corona di DI Yogyakarta
Bertahan di Rumah, Warga Gunungkidul Terbantu dengan Sistem Belanja Online
Sejak pandemi COVID-19 meluas, sebagian besar masyarakat mulai mengurangi aktivitas di luar sesuai anjuran pemerintah.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
"Jadinya selain praktis, lebih murah, dan datangnya cepat," katanya.
Hal serupa juga dilakukan Wahyu Setya (29), ibu rumah tangga asal Desa Nglarang, Kecamatan Gedangsari.
Ia merasa sangat terbantu dengan adanya layanan belanja online.
Wahyu menjelaskan belanja online jadi alternatif yang paling bagus, terutama dalam situasi seperti ini.
Satu di antara keuntungannya adalah harga-harga barang yang relatif lebih murah ketimbang di pasar atau toko serba ada.
"Saya melihat ini sebagai hal yang sangat positif, sangat membantu terlebih bagi kami ibu-ibu rumah tangga," tutur Wahyu.
• BREAKING NEWS : Anak 7 Tahun Positif Covid-19 di Bantul Dinyatakan Sembuh
Ia mengungkapkan sudah terbiasa berbelanja secara online.
Barang-barang yang ia beli biasanya sebatas pakaian dan kosmetik.
Namun akhir-akhir ini Wahyu juga turut memanfaatkan belanja online untuk membeli bahan pokok hingga lauk-pauk untuk makan sehari-hari.
Sebab ia bisa mendapatkan promo menarik.
Baik Wahyu dan Ulfah berharap layanan belanja online ini semakin dimaksimalkan oleh para penyedianya.
Tak hanya dimudahkan dalam proses pengiriman, tetapi juga barangnya yang bisa dijaga agar tetap berkualitas.
"Saya terutama berharap masa promo diperpanjang dan ongkos pengiriman gratis tetap bisa dipertahankan, khususnya di situasi seperti ini," ucap Ulfah. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/riset-cuponation-volume-penelusuran-1111-di-indonesia-naik-hingga-456-persen-di-tahun-2018.jpg)