Hadapi Virus Corona, Label Tas Dowa Jahit APD untuk Disumbangkan ke RS di Yogyakarta
Satu lagi harapan datang dari Yogyakarta. Label tas Dowa turut membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di tengah pandemi virus corona.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu lagi harapan datang dari Yogyakarta. Label tas Dowa turut membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di tengah pandemi virus corona.
Seperti pantauan Tribunjogja.com melalui instagram resmi @dowaofficial, Dowa memproduksi dan menyumbangka Alat Pelindung Diri (APD) dan masker ke sejumlah rumah sakit yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diserahkan ke beberapa tempat seperti Rumah Sakit Panti Rahayu dan daerah sekitar Yogyakarta lainnya.
Sejumlah APD tersebut juga terlihat sudah dibagikan sejak Jumat (3/4/2020), salah satunya melalui Bupati Gunungkidul, Badingah.
“Terinspirasi oleh semangat masyarakat Jogja dalam setiap situasi bencana, semua bergerak, bersatu, bergotong-royong saling membantu sesama. Juga semangat tak kenal lelah para tenaga medis di garda terdepan, menyalakan pelita kala gulita,” tulis mereka dalam keterangan foto.
Mereka memproduksi APD lapis pertama, sebab APD lapis kedua dan ketiga hanya boleh diproduksi oleh certified medical equipment manufacturer.
Diketahui, APD memang menjadi salah satu komponen penting, khususnya untuk para tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang di rumah sakit menyembuhkan pasien dengan virus corona.
Jika tidak menggunakan APD, nakes akan rentan terkena virus tersebut. Ibarat perang, APD adalah baju perang yang tak bisa jika tidak digunakan.
Tak hanya memproduksi baju APD untuk para nakes, Dowa juga ikut memproduksi masker yang juga dibutuhkan masyarakat agar tak mudah terkena virus corona.
“Dowa turut terpanggil membuat program Dowa Care, dengan segenap tenaga dan sumber daya yang dimiliki, membuat Masker Kain 3 Lapis dan APD lapis pertama,” terangnya.
Adapun pembuatan masker kain tiga lapis, diproduksi sesuai standar World Health Organization (WHO).
Masker tersebut dibuat dengan tiga lapis kain katun dan filter. Sisi-sisinya tertutup rapat, membuat pengguna merasa lebih aman ketika menggunakan.
Dengan kata lain, tidak ada rongga antara masker dan wajah. Di bagian atas masker diberi kawat yang bisa dikondisikan tergantung kontur wajah.
Masker itu juga terbuat dari katun natural yang tidak membuat sesak jika digunakan. Desain masker juga menutupi dagu untuk meminimalisasi partikel yang masuk.
BNPB Himbau Masyarakat Gunakan Masker
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hadapi-virus-corona-label-tas-dowa-jahit-apd-sumbangkan-ke-rs-di-yogyakarta.jpg)