Lifestyle

Ternyata, Ada Manfaat dari Rasa Bosan

Van Tilburg menambahkan, orang-orang seperti ini tidak hanya terlibat dalam sesuatu yang menurut mereka menyenangkan dan menarik.

Editor: Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Selama menjalani masa karantina mandiri dalam wabah covid-19, banyak orang mungkin sudah merasa bosan.

Hal itu karena tidak bisa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan.

Namun, rasa bosan ternyata tak selalu buruk.

Bahkan, sebuah penelitian mengungkap, kebosanan yang dirasakan banyak orang saat ini cenderung memotivasi untuk menjadi lebih baik, dan lebih empati.

Rasa yang sama juga disebut bisa mendorong orang lebih terlibat dalam kegiatan sosial, khususnya membantu mereka yang membutuhkan.

10 Rekomendasi Film Korea dengan Cerita Menyegarkan dan Cocok untuk Usir Rasa Bosan

Studi yang dipublikasikan melalui US National Library of Medicine tersebut berjudul "Tentang Kebosanan dan Identitas Sosial: Pendekatan Pengaturan Makna Pragmatis."

Wijnand van Tilburg dari Universitas Limerick mengatakan, orang-orang yang bosan merasa bahwa tindakan mereka tidak ada artinya.

Hal itulah yang membuat mereka terinspirasi untuk terlibat dalam kegiatan yang lebih bermakna.

Jika melakukan tindakan yang baik dan murah hati dapat memenuhi tujuan tersebut, maka artinya kebosanan dapat mempromosikan perilaku pro-sosial.

Investigasi hubungan antara kebosanan dan melakukan tindakan pro-sosial ini adalah hal yang sangat baru, dan bisa juga kontra-intuitif.

Menurut Van Tilburg, hubungan positif antara kebosanan dan agresi, kemarahan, dan permusuhan dapat dijelaskan dengan kebutuhan mereka yang bosan terhadap kegiatan yang dapat membangkitkan suasana hati.

Biar Nggak Bosan DiRumahAja, Hamish Daud pun Merias Wajah Raisa

Mereka kemungkinan besar akan mendapatkan skor tinggi pada poin yang disebut "tindakan mencari sensasi".

Di sisi lain, jika orang merasa tidak berarti, mereka lebih cenderung melakukan tindakan yang mereka yakini akan membangun kembali rasa kebermaknaan mereka.

Van Tilburg menambahkan, orang-orang seperti ini tidak hanya terlibat dalam sesuatu yang menurut mereka menyenangkan dan menarik.

Lebih jauh, Van Tilburg mengatakan, kebosanan bisa menjadi motivasi besar untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tidak menyenangkan namun penting.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved