Update Corona di DI Yogyakarta
Terimbas Virus Corona, IKAPPESTY Keluhkan Penurunan Orderan Pernikahan
Penurunan Orderan pernikahan dialami oleh Ikatan Pengusaha Pesta Tradisional Yogyakarta (IKAPPESTY) saat merebaknya virus Corona.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penurunan Orderan pernikahan dialami oleh Ikatan Pengusaha Pesta Tradisional Yogyakarta (IKAPPESTY) saat merebaknya virus Corona.
Ketua IKAPPETSY sekaligus pemilik Kapulaga Planner and Organizer, Stanlus Julian mengatakan, penurunan orderan terjadi sejak Maret 2020.
"Ya, kebanyakan angggota merasakan terjadinya penurunan mulai Maret 2020. Saat itu virus Corona sudah menyebar ke Yogyakarta," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Selasa (7/4/2020) melalui pesan singkat.
• Cegah Penularan Virus Corona, Sri Sultan Hamengku Buwono X Minta Perantau Tunda Mudik
Banyak keluhan yang datang dari anggota akibat berkurangnya pemasukan.
"Sudah banyak yang mengeluh kehilangan penghasilan, apalagi yang memiliki karyawan tetap. Dan momentumnya juga mendekati bulan Ramadan jadi semakin banyak pengeluaran," jelasnya.
Berkurangnya pendapatan membuat beberapa dari anggota IKAPPESTY mencari tambahan pemasukan.
"Ya, beberapa sudah ada yang mulai berjualan seperti makanan, handsanitizer dan masker," terangnya.
Hal ini dilakukan anggota IKAPPESTY untuk mencari tambahan masukan karena tersendatnya keuangan.
• Kabar Terbaru dr Tirta, Keluar RS Nyanyikan Lagu Karangan Sendiri & Siap Kembali Lawan Virus Corona
"Pemasukan kami sudah tidak ada mulai Maret hingga Juni 2020, tentu kami khawatir apalagi belum ada kepastian berakhirnya musibah ini," tuturnya.
Ia menambahkan, merebaknya covid-19 membuat acara banyak ditunda.
"Hampir 98 persen acara pernikahan pada Maret sampai Juni ditunda atau diundur," jelasnya.
Namun, masih ada beberapa anggota yang masih melakukan acara pernikahan.
"Masih ada sekitar 2 persen yang melanjutkan acara pernikahan tetapi hanya sebatas akad saja," tuturnya.
Gelaran acara pernikahan akad juga dibatasi maksimal tamu yang dapat berkunjung.
• Pemkab Sleman Sediakan Shelter bagi Pemudik yang Ditolak Warga
"Ya, tetap dibatasi sesuai aturan. Hanya boleh 10 orang saja yang dapat menghadiri acara tersebut," ucapnya.
Pelaksana acara pernikahan disesuaikan dengan anjuran kesehatan oleh pemerintah.
"Ya, harus mengikuti sesuai standar kesehatan. Penggunaan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh dan masker," terangnya.
Ia berharap semoga wabah virus Corona bisa cepat berakhir.
"Saya berharap agar musibah wabah ini (covid-19) cepat berakhir dan semua bisa beraktifitas normal kembali,"pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terimbas-virus-corona-ikappesty-keluhkan-penurunan-orderan-pernikahan.jpg)