Update Corona di DI Yogyakarta

Pasien Positif di RSUD Wates Dinyatakan Sembuh, Dokter Sebut Penanganan Tepat Sangat Membantu

Penanganan yang tepat kepada pasien, sangat membantu dalam upaya proses penyembuhan pasien.

TRIBUNJOGJA.COM / Irvan Riyadi
RSUD Wates 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Irvan Riyadi

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO – Sampai saat ini, belum ada obat yang dianggap pasti dapat menyembuhkan covid-19.

Sekalipun demikian, terbukti, beberapa pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut, juga ada yang telah dinyatakan sembuh.

Satu di antaranya seorang pasien yang dirawat di RSUD Wates, Kulon Progo.

Dijelaskan oleh dr. Albertus Sunuwarta, Humas Tim Penanganan Covid-19, RSUD Wates, Kulon Progo, saat ditanya terkait penanganan seperti apa  yang dilakukan kepada pasien, hingga dapat sembuh.

Pasien Positif Corona Sembuh, Bupati Kulon Progo Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih ke Tim Medis

Ia menyatakan, penanganan yang tepat kepada pasien, sangat membantu dalam upaya proses penyembuhan pasien.

Ditambahkannya, sekalipun penanganan yang tepat, dapat membawa dampak kesembuhan bagi pasien, namun belum bisa dijadikan standart baku penyembuhan.

Kesesuaian pemberian obat, berdasarkan kondisi dan riwayat keluhan medis pasien juga berpengaruh.

“Memang belum ada obat (baku) nya. Saat ini, yang paling penting adalah menjaga kondisi dan stamina pasien. Penanganan dan pemberian obat, misalnya, itu semua disesuaikan dengan gejala dan keadaan medis pasien. Intinya kita jaga kondisi kesehatan tetap stabil, itu sangat membantu,” terang dokter yang akrab disapa dr. Sunu, Senin (6/4/2020).

Kabar Terbaru dr Tirta, Keluar RS Nyanyikan Lagu Karangan Sendiri & Siap Kembali Lawan Virus Corona

Pada kesempatan yang sama, Lies Indriati, Direktur RSUD Wates, turut menyampaikan, menjadi penting untuk terus mengedukasi masyarakat tentang penanganan dalam menghadapi wabah Covid-19, ini.

Secara umum virus Corona, dapat menyerang siapa saja, namun, Lies, menegaskan, anak usia dibawah lima tahun, juga orang dengan lanjut usia (lansia), memiliki risiko terpapar lebih besar daripada rentang usia lain.

Selain itu, Lies, juga mengharapkan, agar masyarakat tidak menjadi anti kepada orang-orang yang nantinya pernah berstatus positif Covid-19.

“Memang sampai saat ini, usia anak-anak (balita), dan lansia, cukup rentan. Alhamdulillah, masih bisa sembuh, dan kami harap, masyarakat nantinya tidak melekatkan stigma negatif kepada orang yang pernah kena (positi),” pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Irvan Riyadi
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved