Ngeri! 150 Mayat Korban Virus Corona Tergeletak di Jalan-jalan di Ekuador

Wakil Presiden Ekuador, Otto Sonnenholzner, meminta maaf atas kabar banyak jenazah virus corona yang tergeletak di jalan.

Tayang:
Editor: Joko Widiyarso
STR / MARCOS PIN / AFP
KORBAN - Orang-orang melihat mayat yang dikatakan bertelur selama tiga hari di sebuah klinik di Guayaquil, Ekuador pada 3 April 2020. Pasukan dan polisi di Ekuador telah mengumpulkan setidaknya 150 mayat dari jalan-jalan dan rumah-rumah di kota Guayaquil, negara terpadat di negara itu di tengah peringatan bahwa sebanyak 3.500 orang dapat meninggal karena virus corona COVID-19 di kota dan provinsi sekitarnya dalam beberapa bulan mendatang. 

TRIBUNJOGJA.COM, QUITO - Wakil Presiden Ekuador, Otto Sonnenholzner, meminta maaf atas kabar banyak jenazah virus corona yang tergeletak di jalan.

Baik rumah sakit maupun rumah duka di kota pelabuhan Guayaquil, sekitar 400 km dari selatan Quito, begitu kewalahan dengan gelombang pasien maupun korban meninggal yang bertambah.

Sejumlah video yang menyebar di media sosial memperlihatkan bagaimana jenazah korban vurus corona dibiarkan terbaring di jalanan.

Presiden Lenin Moreno sebenarnya sudah mengetahuinya. Jadi, dia menunjuk Ketua BanEcuador, Jorge Wated, menjadi pemimpin satuan tugas yang menangani isu tersebut.

Guna mempercepat penanganan mayat, Wated sudah mengizinkan rumah duka melanggar jam malam agar bisa terus mengumpulkan jenazah korban.

Untuk membantu meringankan tugas mereka, pemerintah juga menerjunkan polisi hingga militer yang bergerak ke seantero kota, dilansir Russian Today Sabtu (4/4/2020).

Meski sudah mengerahkan tambahan dari unsur kesatuan, permintaan demi permintaan tolong tetap saja mengalir ke akun Twitter Wated. "Jorge, saya ingin meminta tolong.

Ada jenazah yang sudah tiga hari dibiarkan begitu saja dan mulai membusuk. Tolong saya," kata seorang netizen. "Senin (30/3/2020), nenek saya meninggal.

Kami tak tahu harus menghubungi siapa lagi untuk membawa jenazahnya dan (membantu) membuatkan sertifikat kematiannya," kata warganet lain.

Tentara Ekuador Kumpulkan 150 Mayat dari Rumah-rumah dan Jalan-jalan di Kota

Dikutip AFP Minggu (5/4/2020), otoritas disebut sudah mengangkat 150 mayat dari jalanan dan rumah pada awal pekan ini. Tapi tak dijelaskan berapa angka mortalitas sesungguhnya.

"Kami sudah melihat gambar yang seharusnya tak terjadi. Sebagai pejabat publik kalian, saya meminta maaf," kata Sonnenholzner dalam pernyataan yang disiarkan.

Saat ini, Ekuador mengumumkan hampir 3.500, tepatnya 3.465, kasus positif virus corona, dengan korban meninggal mencapai 172 orang.

Lebih dari 100 di antaranya dilaporkan terjadi di Guayaquil. Saat ini, Quito mengalami kekurangan alat tes untuk menguji Covid-19.

Kekurangan tersebut membuat negara Amerika Latin itu tidak bisa melaksanakan verifikasi kasus dan memasukannya dalam daftar resmi.

"Kebenaran harus diberitahukan. Kami tahu baik kasus positif maupun angka kematian begitu rendah. Realitasnya tentu lebih dari ini," ujar Moreno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenazah Korban Virus Corona Tergeletak di Jalan, Wapres Ekuador Minta Maaf", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved