Update Corona di DI Yogyakarta
Pemda DIY Matangkan 440 Kamar Hotel untuk Karantina PDP
Biwara mengatakan, perlu melakukan perhitungan atau proyeksi baik itu logistik, ketersediaan tempat dan juga masa karantina itu sendiri.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ada dua hal yang menjadi pertimbangan Pemda DIY dalam realisasi pengadaan tempat Karantina bagi Pasien Dalam Pengawasan atau PDP.
Dua hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Covid -19 DIY Biwara Yuswantana, saat membuka jumpa pers di gedung Pusdalops Jumat (3/4/2020).
Biwara mengatakan, perlu melakukan perhitungan atau proyeksi baik itu logistik, ketersediaan tempat dan juga masa karantina itu sendiri.
Yang kedua, perlu adanya pengembangan sistem. Dalam hal ini, apakah nanti melibatkan pihak swasta seperti hotal atau yang lainnya.
"Dua hal itu yang kami pertimbangkan. Namun, beberapa hari ini sudah ada hotel yang bersedia untuk digunakan. Semuanya bertempat di Kota Yogyakarta," katanya.
• RSUP Dr Sardjito Produksi 300 Faceshield
Pemda DIY juga akan menggandeng akademisi dari UGM.
Nantinya, mereka akan bertugas melakukan kajian terkait berapa kemungkinan jumlah masyarakat yang perlu ditampung dalam katantina.
Fokus Pemda DIY saat ini, lanjut Biwara, lebih pada pembahasan ketersediaan tempat. Baik itu gedung pemerintah mau pun instansi lainnya dan juga swasta.
"Ada beberap opsi yang sudah siap diantaranya Asrama Haji, Balai Pemuda dan Olahraga DIY, Badan Diklat Gunung Sempu, serta opsi-opsi yang lain. Semuanya sudah kami bahas dan sedang kamj persiapkan," tuturnya.
Nantinya, selain untuk ditempati bagi tenaga medis, tempat-tempat yang ditunjuk juga akan digunakan sebagai ruang karantina bagi warga ODP baik itu masyarakat umum maupun pemudik yang sudah masuk ke wilayah DIY.
• PHRI Catat Hanya 10-20 Hotel Bertahan di Kota Yogya dan Sleman saat Pandemi Covid-19
Lebih lanjut, Biwara menyampaikan, selain gedung-gedung pemerintahan, pihaknya juga menerima bantuan dari pengusaha hotel di Yogyakarta.
Hanya saja, lanjut dia, butuh pendataan lebih lanjut dan juga pematangan konsep. Karena nantinya berkaitan dengan suplai logistik selama masa karantina.
Tercatat hingga hari ini ada 440 kamar hotel yang siap menampung warga DIY di masa Karantina.
"Masih terus berlangsung pendataan. Ada beberapa menawarkan di wilah Kota dan Kabupaten yang ada dj DIY," ujar pria yang juga sebagai Kepala Pelaksana BPBD DIY itu.
Sementara khusus bagi tenaga medis, Dinkes DIY sudah menyiapkan gedung PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta sebagai tempat Karantina bagi tim medis.
Penggunaan karantina tersebut tidak berlaku hanya untuk pemudik saja.
Namun, masyarakat lain pun bisa menggunakan apabila memang sudah berstatus ODP.
"Masyarakat lain yang berpotensi menularkan virus ya saya imbau untuk dikarantina," tegas dia.
Sementara saat disinggung mengenai tempat penampungan khusus pemudik, Pemda DIY masih belum memikirkan tempat yang relevan.
Sementara saat ini, masih kata Biwara, Pemda DIY masih berlakukan pencegahan melalui test langsung di terminal pemberhentian transportasi umum.
"Kami masih fokus itu dulu. Pendataan awal dan sebagainya. Yang terpenting pelacakan siapa pun yang mausk ke DIY," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-ketua-sekretariat-gugus-tugas-covid-19-diy-2.jpg)